PERANG

LITTLE CHILD DRIED YOUR CRYING EYES

HOW CAN I EXPLAIN THE FEAR YOU FEEL INSIDE

CAUSE YOU WERE BORN INTO THIS EVIL WORLD

WHERE MAN IS KILLING MAN AND NO ONE KNOWS JUST WHY

WHAT HAVE WE BECOME JUST LOOK WHAT WE HAVE DONE

ALL THAT WE DESTROY YOU MUST BUILD AGAIN

NO MORE PRESIDENT AND ALL THE WAR WILL END

ONE UNITED WORLD UNDER GOD

Perang, mengapa selalu ada perang ?

Dari jaman dahulu hingga sekarang dan nanti, selama dunia ini masih berdiri kokoh maupun rapuh, perang telah dan akan tetap berlangsung.

Bagaimana perang bisa diturunkan juga sebagai aktivitas agresif manusia seiring dengan diturunkannya nenek moyang manusia di dunia yang hina dan busuk ini ? Mengapa harus ?

Perang adalah efek keserakahan manusia, ego manusia yang merasa lebih berhak memperoleh lebih dari manusia lain yang mengakibatkan baik keuntungan dan kerugian secara bersamaan

Di dunia maupun kerugian dan bukan keuntungan di akhirat. Keuntungan bagi segelintir orang di dunia dan kerugian bagi semua orang di akhirat.

Banyak tujuan dan alasan mengapa perang terjadi, agama, nasionalisme, rasionalisme, kekuasaan, kejayaan, kedudukan, kekayaan, harta, wanita, tahta, perlawanan, kesalahpahaman, adu domba, pergulatan pemikiran.

Selama sifat dasar manusia atau segolongan manusia yang merasa dirinya atau rasnyalebih dari manusia lain, selama masih ada keyakinan kaumnya diberi kemampuan lebih  oleh Tuhan dibandingkan manusia lain, perang akan selalu ada. Baik dengan alasan menjaga status quo, mempertahankan diri saat didzalimi manusia lain atau sekedar untuk menguasai dunia yang penuh tipu muslihat, perang akan selalu masih ada !

So be it, to secure peace is to prepare for war !

Perang kecil yang berefek sangat besar yang melanda tiap-tiap manusia biasa seperti semua manusia yang ada di muka bumi sekarang ini akan selalu ada dan tidak akan ada yang bisa memenangkannya dan akan berlangsung terus selama proses bargaining dalam upaya masing-masing menemukan jalan pulang menuju Tuhan.

We’re all just a stranger trying to make our way home

Sudah menjadi suratan takdir bahwasanya setan, sejak semula diciptakanNya manusia sampai diturunkanNya cikal bakal manusia sebagai ujian untuk menemukan jalan pulang kembali, telah meminta ijin kepada Allah dan mengucapkan ikrar perangnya untuk menunjukkan bahwa golongan setan yang terbuat dari api lebih tinggi derajatnya dibandingkan manusia yang terbuat dari tanah.

Saya berikan gambaran untuk keadaan ini, sebagaiman tembikar yang terbuat dari tanah, gerabah akan menjadi matang, lebih awet, lebih keras, lebih indah justru setelah dibakar dalam kobaran api yang menjadikannya lebih bermanfaat kegunaannya.

A multicomplex war will always happened. Manusia dengan setan, manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, segolongan manusia dengan segolongan manusia lain, rakyat dengan penguasa, pengusaha dengan buruh, satpol pp dengan pedagang kaki lima, negara satu dengan negara lain, keyakinan satu dengan keyakinan lain, pendapat satu dengan pendapat lain, saya dengan aku, saya dengan anda….tak pernah selesai…..

Perang selalu ada. Kita semua selalu berada dalam situasi perang, jangan pernah merasa aman, jangan pernah merasa mapan, jangan pertahankan kemapanan kita, kita akan selalu bergolak, ruh kita selalu mencari jalan keluar dari tubuh kita karena sudah tidak betah sama sekali hidup di sangkarnya. Untuk itulah kita harus selalu mempersiapkan diri untuk mencoba memenengkan perang-perang yang akan silih berganti kita alami selama waktu yang sangat singkat di dunia ini.

Berhati-hatilah agar kita tidak dimanfaatkan untuk memenangkan perang orang lain selain diri kita sendiri, kepentingan orang lain untuk menindas orang lain sampai kita yakin benar bahwa inilah memang perang yang layak kita perjuangkan dan layak kita menangkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s