MALAM MINGGU

Ehm….

Sebagai generasi minoritas yang memiliki persepsi tidak standar dengan generasi seusianya di jamannya, dimana telah diakui dan dialami oleh setiap orang sejak masa remaja dan dewasa, malam minggu oleh sebagian remaja merupakan waktu untuk berinteraksi lebih dengan pasangannya (pacar?). Tapi tidak bagiku, sejak masa remaja dulu, walaupun teman seusia selalu meluangkan waktu memupuk cinta mereka, menjajagi hubungan mereka, mencari tahu tentang segala hal mengenai pasangannya sampai bahkan mengeluarkan biaya yang mereka peroleh dari meminta dari orangtuanya, tapi sekali lagi, hal-hal tersebut tidak kualami, tidak bagiku. Bagiku cinta antara sesama manusia, keluarga itu hanya bersifat sementara, tidak abadi dan tidak bisa diabadikan. Ikatan terjadi karena adanya kesamaan kebutuhan dalam wadah simbiosis mutualisme yang bisa saja karena adanya perubahan kepentingan, menjadikannya suatu ikatan yang bisa lebih fleksibel bagi seseorang tapi tidak bagi orang lain atau pasangannya, tergantung pada persepsi akan makna hidup bersama di dunia. Ada hubungan saling menguntungkan, menguntungkan di kehidupan dunia atau bisa lebih tinggi lagi menguntungkan untuk menggapai akhirat. Tapi yang jelas, cinta dalam persepsi umum tidaklah abadi.

Setiap manusia harus siap hidup sendiri, tidak itu pria maupun wanita, pada tahap ini seorang manusia tidak akan tergantung dan menggantungkan diri kepada siapapun, ini adalah dasar yang perlu diketahui agar kita bisa yakin akan kehendak Tuhan. Dimana ia berasal, ia akan kembali.

Kemanakah anda malam minggu ?

Kalau aku sih Cuma nongkrongin di depan tv menonton program rutin spesial dari liga Inggris, disambung nonton RCTI Prison Break yang selalu bikin penasaran…selama tidak ada agenda yang lebih bermanfaat.

Prison Break merupakan sebuah film yang menurutku bagus, menggambarkan motivasi dan keinginan kuat untuk mencapai suatu tujuan dengan cara yang strategis dan sistematis, menggambarkan kecerdasan beberapa orang yang terbukti bagus ketika dalam keadaan terdesak bisa dengan spontan menemukan cara cerdas pula untuk menyelesaikan permasalahan demi permasalahan dan hebatnya lagi film ini juga dibuat dengan sangat cerdas. Intinya bukan pada niat untuk meloloskan diri dari penjaranya, tapi lebih kepada penggalan-penggalan adegan, kalimat, kata yang sangat mendalam.

Dalam film ini gambaran betapa kuatnya mental seseorang yang menghadapi konspirasi tingkat tinggi karena terkait dengan kekuasaan sekelas kekuasaan presiden di suatu negara. Betapa sulitnya untuk tidak putus asa sekedar menghindar dari permasalahan, apalagi sampai untuk berusaha mempertahankan diri, apalagi sampai untuk melawan agar kebenaran atau kenyataan yang sebenarnya terungkap. Dengan akses informasi dan birokrasi yang tidak terbatas, pelaku konspirasi dan kroninya berusaha menutupi kenyataan, menggiring opini masyarakat, memperalat aparat negara baik mereka itu memang tahu dan terlibat secara langsung atau bagi yang hanya sekedar menjalankan perintah yang berwenang mengendalikan kerja mereka. Hanya persoalan duniawi seperti  kekuasaan saja sudah membuat putus asa, apalagi persoalan keimanan, kepercayaan kepada Tuhan yang menjadi misteri, menjadi pertanyaan besar bagi setiap orang yang belum bisa melihat dengan mata hati seperti kita yang mengakibatkan suatu bentuk kepercayaan yang ikut-ikutan, abstrak tanpa bentuk pasti dan tanpa penjiwaan yang mengakibatkan tidak terbenamnya keimanan dengan mantap dalam hati manusia.

Biasanya sambil menonton Prison Break yang jam tayangnya nggak pasti dibuat RCTI, aku zapping remoteku nonton program Trans 7 yang tidak kalah menarik. Judul filmnya ialah Supernatural. Film ini menceritakan perjalanan dua orang kakak beradik yang memiliki kelebihan (sixth sense ) dan telah serta sedang mengasahnya sambil menyelesaikan kasus demi kasus mistis sepanjang perjalanannya melakukan pekerjaan yang tidak seorangpun membayarnya. Begitu kuatnya keimanan mereka berdua, begitu yakinnya mereka akan kedahsyatan keberadaan Tuhan dan skenario Tuhan yang dijalani umat manusia. Memang terasa sekali unsur mistis yang mungkin bagi sebagian besar orang dianggap tidak logis.

Inti dari film kedua ini adalah hubungan antara Tuhan dengan kemutlakanNya, manusia dengan nafsunya dan setan dengan ikrarnya untuk menjerumuskan manusia.

Atas kehendak Tuhan, apapun bisa terjadi. Hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, hal yang tidak masuk akal lambat laun menjadi demikian sederhananya di akal manusia.

Setiap anugerah kemampuan dan kekuatan yang besar akan mengiringinya tanggung jawab yang besar pula.

Tanggung jawab kepada sesama makhluk, dan tanggung jawab kepada Tuhan yang akan dimintai pertanggungjawaban pula nantinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s