KERJA

Sebaik-baik orang adalah orang yang bisa menghidupi dirinya sendiri paling nggak. punya pekerjaan, apapun itu asalkan halal. Hasil yang baik, makanan yang baik, kebutuhan yang baik dan berasal dari sumber dan cara yang baik. Pekerjaan merupakan salah satu aplikasi kita beribadah, apalagi kalau seseorang yang bekerja sudah pada level menghidupi keluarga, istri, anak atau orang yang telah mencapai level ingin bermanfaat untuk orang lain, masyarakat sekitarnya paling nggak. Saya akui bahwasanya mendapatkan pekerjaan itu sangat susah, apalagi yang cocok dengan minat dan bakat kita. Ada istilah “cari kerja yang haram saja susah, apalagi cari kerja halal”, idealnya sih “pekerjaan halal banyak, pekerjaan haram udah nggak jamannya lagi dan susah dicari”.

Kesempatan mendapatkan pekerjaan tidak melulu diukur dari prestasi akademik, tingginya nilai ijasah, banyaknya sertifikat. Sarjana menganggur nggak punya kerja banyak, orang punya ketrampilan nggak punya kerja nggak kalah banyak. Kesempatan dan nasib orang berbeda-beda dan tentu saja kita tidak boleh melupakan seberapa keras usaha yang dilakukan untuk memperoleh pekerjaan. Pokoknya jangan sampai kita menjadi parasit, benalu bagi orang lain, tergantung kepada orang lain. Karena hanya Allah lah satu-satunya tempat kita menggantungkan harapan dan hidup kita.

Susahnya memperoleh pekerjaan disebabkan kurangnya nilai plus pada diri seseorang, baik kemampuan akademis, ketrampilan, kecerdasan akal, emosi maupun spiritual. Atau terkadang kita terlalu memilih pekerjaan sehingga meyia-nyiakan kesempatan yang datang silih berganti, padahal tidak ada kesempatan kedua kali yang selalu menguntungkan kita. Pada saat kesempatan datang, kita dihadapkan pada momen pengambilan keputusan yang tepat, cepat dan strategis, terkadang juga orang malu melakukan pekerjaan yang menurutnya tidak sesuai dengan jenjang pendidikan yang telah ditempuhnya, “sarjana kok memegang cangkul” begitulah persepsi kebanyakan orang. Kemampuan akan hal-hal diluar potensi akademik justru lebih memberi kemudahan seseorang memperoleh pekerjaan, punya ketrampilan, punya jiwa kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, memiliki sense of art, punya strategi pengambilan keputusan yang cepat dan baik, dal lain-lain. Hubungan sosial yang baik, punya banyak kawan untuk membuat jaringan bisnis atau sekedar jaringan informasi akan sangat membantu. Untuk memudahkan memperoleh pekerjaan diperlukan kesadaran seseorang untuk dengan sengaja menciptakan jaringan sosial yang luas. Manajemen kepribadian, emosi, hubungan sosial, informasi yang up to date, banyaknya sumber informasi yang jelas sangat membantu proses pencarian suatu pekerjaan.

Inti dari kerja adalah bagaimana kita berperan profesional dalam pekerjaan-pekerjaan kita, tidak peduli jenis pekerjaannya. Tidak ada pekerjaan itu enteng atau berat, semua telah terukur. Karyawan sudah pasti akan ditempatkan dimana dia sudah diukur, dipercaya dapat melakukan pekerjaannya. Makanya ada masa orientasi, magang yang bermanfaat bagi employee maupun employer sebagai sarana bagi masing-masing untuk menilai apakah seseorang bisa bertahan atau dipertahankan dalam suatu pekerjaan atau perusahaan. Apabila ada salah satu saja dari pekerja maupun yang mempekerjakannya merasa ada ketidakcocokan, pasti pekerjaan tidak akan berlangsung lama dengan baik. Karyawan butuh penghargaan yang layak, memiliki hak untuk meminta imbalan yang sepantasnya dia peroleh, demikian pula dengan perusahaan, akan memberi upah sesuai dengan kemampuan dan kontribusinya bagi kemajuan perusahaan.

Dilihat dari sisi pribadi seseorang, tiap orang harus memikirkan jenjang karir mereka untuk jangka waktu ke depan. Dia harus pandai-pandai merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan rentetan peluang, kesempatan untuk mencapai tahap diperolehnya kepuasan kerja. Pekerjaan yang bagus adalah pekerjaan yang membuat seseorang tidak merasa sedang bekerja dalam mengerjakan tugas-tugasnya, dia bisa menikmati proses bekerjanya sehingga seolah-olah dia tidak sedang bekerja tetapi sedang melakukan kegemarannya.

Jenis pekerjaan yang ada di dunia ini saling berkaitan, saling mendukung dan saling membutuhkan (simbiosis mutualisme). Tidak ada orang atau perusahaan yang bisa mengerjakan semua jenis pekerjaan sekaligus sehingga dia atau perusahaan sampai tidak memerlukan keberadaan orang atau pekerjaan orang lain. Ada pedagang harus ada pembeli.

Jangan pernah merasa pekerjaan yang kita lakukan tidak penting. Kakau sudah merasa seperti itu, segera cari pekerjaan lain. Dan, jangan pernah pula menganggap pekerjaan kita lebih penting dibandingkan pekerjaan orang lain. Semua ada prioritas dan ada kadarnya.

Persepsi tentang teori psikologi industri tidak sepenuhnya selalu benar jika dilaksanakan, ada hal-hal yang cocok menurut satu orang atau segolongan orang atau sebuah perusahaan saja yang kemudian memaksakan orang lain untuk turut membenarkan dan mengikuti persepsi yang telah mereka tetapkan. Semuanya mengalami perubahan. Tidak ada kebenaran mutlak yang bisa dibuat manusia, semua mengalami perkembangan ke arah yang lebih bisa diterima akal, bahkan pada hal-hal tertentu tidak bisa hanya diterima akal saja tetapi harus diterima dengan hati nurani. Tidak itu ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya. Iblis yang telah sholat dan mengabdi kepada Allah selama ribuan tahun saja bisa kemudian membelot terhadap Zat yang telah menciptakannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s