FACEBOOK

Demam facebook yang menghipnotis banyak orang di seluruh dunia, hingga harus tak tahan untuk selalu mengupdate status masing-masing menunjukkan tahapan dominan yang sedang dirasakan semua orang. Tahapan tersebut adalah salah satu tahapan dalam Teori Maslow. Tahap sosialisasi. Semua orang membutuhkan kontak sosial dengan orang lain baik secara langsung bertemu muka yang memungkinkan detail komunikasi orang per orang sehingga bisa mengetahui maksud yang ingin disampaikan lawan bicaranya dengan membaca raut muka, tekanan suara, tatapan mata, bahasa tubuh dan semua bentuk kombinasi panca indra manusia ditambah dalamnya kata batin manusia, maupun secara tidak langsung melalui komunikasi maya seperti pembicaraan lewat telpon, SMS, VOIP, video call, facebook, twitter yang terkadang menimbulkan kesalahan tafsir atau interpretasi dalam menerjemahkan tulisan yang dikomunikasikan

Kedua model bersosialisasi tersebut jelaslah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Lewat facebook komunikasi tidak dibatasi jarak, sedikit batas waktu, kemudahan mencapai tujuan bersosialisasi karena adanya model social networking, kemudahan komunikasi karena bisa dilakukan kapan saja dengan adanya email dan account yang bisa menyimpan pesan dalam jumlah dan kapasitas yang besar bahkan sampai pesan yang sudah tidak digunakanpun tidak perlu dihapus atau disarankan tidak perlu dihapus oleh operatonya. Belum lagi adanya tambahan features untuk menarik perhatian calon pemakai baru maupun orang lain agar penasaran mencari tahu wilayah-wilayah pribadi yang biasanya meliputi informasi umum dan khusus, foto, teman dan hubungannya.

Hal ini membuat seseorang tidak merasakan canggung untuk mengorek keterangan yang memang diupload sendiri oleh pemiliknya. Seolah semua sumber informasi yang ada begitu seseorang menyatakan setuju menjadi anggota facebook menjadi sumber daya dan sumber informasi milik bersama. Benar tidaknya informasi yang diberikan memang tergantung masing-masing pemakai, ada yang sudah punya istri atau suami, mengaku berstatus lajang dan sedang mencari seorang pacar, ada yang sebenarnya banci tetapi mengaku pria atau wanita, ada yang bilang suka sesama jenis padahal sebenarnya suka sama lain dunia, mengaku pengangguran padahal tiap hari tinggal terima setoran armada angkota dan ojek yang dirintisnya beberapa tahun yang lalu.

Apapun itu, baik itu berupa produk maupun jasa pasti mengalami suatu proses pertumbuhan sampai mencapai puncaknya sebelum akhirnya mengalami penurunan atau declaining. Akan tiba saatnya untuk mengunduh manfaat suatu rangkaian kerja keras dengan Break Event Point atau Return On Investment atas semua modal yang telah dikorbankannya. Ide kreatif dan inovatif mungkin bisa memperpanjang usia suatu usaha untuk selalu bertahan di puncak. Product Life Cycle tetap pada masa puncak bisa dilakukan dengan aplikasi baru yang membuat orang selalu terhipnotis, selalu tergantung untuk memakainya atau bisa dilakukan juga dengan menciptakan suatu bentuk turunan baru dari produk lama yang start pointnya sama dengan titik di mana produk atau jasa sebelumnya berada di puncak.

Yang jelas adanya facebook atau apapun itu hal yang baru menjadikanku selalu berpikir dan belajar sehingga tidak pernah merasa tua, selalu merasa muda, forever young !

Jangan terlalu senang atas apa-apa yang telah kita miliki sehingga pada saat kita harus berpisah dengannya kita tidak akan terlalu sedih menerimanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s