EUTHANASIA BAGI BINATANG PELIHARAAN

Salah satu masalah sebagai efek dari krisis ekonomi global di sebagian negara kawasan Eropa yang terlanjur memakai sistem non real kapitalisme dalam bidang perekonomiannya sebagai langkah kompetitif advantage atas kekurangan mereka dalam hal sumber dayanya adalah masalah kesengajaan membunuh binatang peliharaannya dengan alasan kasih sayang. Gaya hidup mewah yang dipakai untuk menutupi kegelisahannya hidup di dunia berlandaskan persepsi bahwa sukses adalah banyak harta, kekayaan, glory, power, money, kekayaan yang melebihi kebanyakan orang di sekitarnya, membuat orang-orang ini yang sekarang dalam keadaan bangkrut untuk memotong sebanyak mungkin alokasi anggaran hidupnya di setiap aspek yang memungkinkan kecuali kebutuhan dasar pokoknya. Pola atau cara dan niat memelihara binatang peliharaan seperti anjing, kucing, pink pig, reptil atau binatang unik dan eksotik lainnya yang dilakukan secara berlebihan membuat orang-orang ini merasa terbebani untuk membagi penghasilannya seperti keadaan sebelumnya. Hal ini memunculkan fenomena pengorbanan terhadap makhluk lain yang telah sangat tergantung dengan kemudahan yang diberikan tuannya dengan cara euthanasia bagi binatang peliharaan. Selayaknya, jika binatang peliharaan diperlakukan sewajarnya dalam arti memposisikannya dalam titik pertengahan maka munculnya masalah keterbatasan alokasi pengeluaran dapat diatasi tanpa harus mengorbankan kepentingan yang menyangkut binatang peliharaan. Paling tidak dengan cara pemeliharaan yang wajar, kemungkinan terburuk adalah membiarkan mereka hidup lepas atau dilepas di alam bebas dan biarkan alam yang akan melakukan seleksi. Binatang peliharaan sejinak apapun perlu memperoleh kesempatan untuk tetap melakukan sisi-sisi liar alamiahnya, kawin, menunjukkan wilayah kekuasaannya, mencari makan sendiri, berada di alam bebas walaupun sejenak, terikat rantai mungkin tapi setidaknya dia harus tetap bisa menjalankan aktivitas binatang yang sama spesiesnya sebagaimana yang hidup di alam bebas ( hidupku bagaikan seekor burung di dalam sangkar, walaupun sangkarku terbuat dari emas, lebih baik kuhidup di alam bebas ).
Insting liar binatang peliharaan pasti ada dan harus diberikan suatu saat dianggap perlu, hal ini dilakukan supaya binatang tidak stress ( binatang juga bisa stress, nggak cuma caleg yang nggak goal dalam pemilu ). Memelihara binatang di rumah sebaiknya juga yang ada manfaatnya secara nyata bagi pemiliknya, tidak hanya untuk hiasan hidup di dalam rumah yang berkesan demi kepentingan sepihak manusia semata tanpa memperdulikan hak binatang atas hidupnya dan keberadaannya di dunia. Kucing bisa untuk mengurangi populasi tikus sumber penyakit di rumah, jangkrik bisa buat tikus nggak betah di loteng rumah ( atau malah lebih efektif photo istri anda ? ), bebek bisa menghabiskan sisa makanan keluarga, burung nuri bisa memanfaatkan sisa the manis tamu yang berkunjung ke rumah, anjing sebagai penjaga keamanan ternak anda ( asal jangan pelihara wanita simpanan ), semua binatang peliharaan bisa di dayagunakan, apalagi kalau binatang peliharaan bisa dimanfaatkan ( bukan dieksploitasi ) untuk paling tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka sendiri dengan diikutsertakan dalam berbagai kompetisi binatang peliharaan.
Jadiā€¦ euthanasia pada binatang peliharaan adalah terlalu berlebihan, hidup mati binatangpun ada waktunya sendiri dan bukan manusia yang menentukan. Hegemoni manusialah yang membuat binatang kesulitan menemukan jalan hidupnya.
Let them find the way
Life will find the way.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s