HAKIM HAMBA HUKUM

Hakim adalah profesi yang sangat berhubungan intrapersonal, membutuhkan kematangan berpikir untuk mengambil suatu keputusan di antara dua pilihan yang kontra dan hasilnya akan menentukan nasib orang lain di dunia. Jangan sampai apalagi dengan  sengaja, orang salah dibenarkan sehingga sempat tertawa di dunia dan orang yang benar disalahkan sampai dia merasakan ketidakadilan dengan menjalani hukuman moralpun di dunia. Pertanggung jawaban profesi hakim akan lebih berat dibandingkan profesi lain di dunia, kesalahan pengambilan keputusan bisa pula tanpa keinginan si hakim sendiri, tanpa didasari informasi yang benar dari sumber yang tepat, analisa dilakukan melalui prosedur yang benarpun bisa mengakibatkan kesalahan memberikan vonis atau keputusan. Hati-hati Pak !!

Di Indonesia, penentu vonis akhir salah atau tidak ada di tangan hakim, ini jadi rentan suap apalagi untuk kasus yang berhubungan dengan perebutan harta kekayaan, konflik tanah, kasus perniagaan. Beda di Amerika yang memakai sistem juri untuk menentukan keputusan, fungsi hakim seperti moderator persidangan dan dengan pengalaman serta kemampuan akademis atau teknisnya, hakim menyampaikan putusan akhir yang lebih detail dengan masukan informasi dari juri yang netral dalam tiap kasus-kasus yang ada. Kalau hal seperti ini diterapkan di Indonesia, takutnya malah jadi muncul banyak calo hukum yang mau melakukan apa saja asal ada imbalan yang mereka anggap sepadan. Bersumpah palsupun mereka berani mengambil resikonya, apalagi cuma mengambil keputusan yang hanya berefek penderitaan kepada orang lain, makin senang mereka.

Penegak huum di Indonesia bagaikan jaring berduri yang terikat satu sama lain, yang akan melukai, kompak tak terpisahkan dengan pemikiran yang sama, all about the money ! Mereka kongkalikong, berembug, bersandiwara untuk mencapai kepentingan kliennya yang bisa membayar paling banyak. Mulai dari hakim, jaksa, polisi, saksi, dibumbui demonstran bayaran agar lebih dramatis, mempertontonkan sandiwara yang bagi sebagian besar orang seperti kenyataan. Sipir penjara juga ikut-ikutan mencari tambahan dengan memberi kemudahan bagi narapidana yang katanya sedang dimasyarakatkan, memberi keleluasaan bahkan untuk melakukan pekerjaan atau tindakan yang melanggar hukum. Di negara kesatuan Republik Indonesia ini apapun bisa dan mungkin dilakukan asal ada rupiah, apalagi dollar, apalagi poundsterling, apalagi harta, apalagi wanita, wahh…jadi ingat, ini jodohku kok masih jadi misteri saja ya ? Mana usia udah uzur lagi !! He…he.

Buat para hakim yang konvensional, jangan anggap anda semua dihargai banyak orang, dihormati banyak orang ! Kalian hanya dimanfaatkan orang yang sedang butuh dengan jabatan kalian, coba kalau kalian sudah tidak menjabat, pensiun, tidak ada lagi yang mau berpura-pura suka pada kalian. Menciptakan suatu keputusan yang adil memang susah, saya sendiri juga nggak bisa, setidaknya sebelum suatu persidangan dimulai, berdoalah kepada Tuhan mohon diberi petunjuk, mohon diberi kemudahan membaca situasi dengan benar sehingga keputusan final benar-benar adil dan tidak merugikan atau menguntungkan orang yang berhak. Jadi ingat cerita semasa kecil, untuk membagi sepotong roti yang dimiliki dua orang, cara yang bisa dilakukan supaya tercipta keadilan adalah suruh orang pertama yang membagi roti menjadi dua bagian dan orang kedua diberi kesempatan pertama untuk memilih dan mengambil satu bagiannya, tiap orang akan melakukan tugasnya yang tidak akan merugikannya ( cara ini hanya bisa dilakukan Indonesia saja, sebab di tempat lain orang akan saling mengalah, rela dan ikhlas jatahnya diambil oleh orang yang lebih membutuhkan ).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s