PETUGAS PAJAK

Yang termasuk petugas di sini adalah seperti petugas retribusi, petugas DLLAJ di jembatan timbang, Samsat, Bea Cukai, Kantor Pajak, Imigrasi dan semua profesi lain yang berhubungan dengan pungutan untuk kas negara, termasuk pungutan pemkab kepada pedagang kaki lima di banyak tempat yang katanya resmi disertai tanda terima pungutan tapi tak lama berselang para pedagang digusur dengan alasan berdagang di tempat yang dilarang karena ternyata mau dipakai pengusaha besar yang kongkalikong dengan beberapa pejabat untuk mendirikan hipermarket yang menjamur merusak keberadaan pasar tradisional yang lebih menghidupi lebih banyak orang. Anda yang memiliki profesi ini harus sangat extra hati-hati terhadap godaan gemerlapnya tipuan duania yang akan membuat anda semakin terlena dan terseret arus jeratannya. Banyak gambaran yang bisa disampaikan berhubungan dengan profesi yang riskan ini, kalau sampai tujuan anda bekerja hanya untuk membuat dunia berada di genggaman anda, profesi ini bagaikan anda berada di tengah laut, pada saat haus, anda meminum air laut, semakin anda haus semakin banyak anda minum, rasa haus justru akan semakin menjadi-jadi yang pada akhirnya baru akan anda sadari kapan awal kesalahan sampai anda sudah tidak bisa berbuat apapun. Bekerja pada bidang ini, di tengah gencarnya KPK memaksimalkan wewenangnya ( kalau memang benar mereka profesional bersih ) akan menempatkan anda bagaikan meniti di seutas tali di mana sebelah kiri anda adalah neraka, sedang sebelah kanan anda adalah penjara, padahal penjara yang berada di sebelah kanan bawah anda berada di wilayah neraka juga. Intinya kalau anda tidak pandai dan cerdas dalam menentukan tujuan hidup di dunia anda pasti akan merasakan salah satu atau bahkan kedua resiko yang anda, kecuali anda bisa menyeberangi titian yang ada sampai tujuan akhirnya. Sumber permasalahan utama adalah keserakahan, tidak pernah merasa cukup sehingga nilai nominal upah atau fasilitas yang sudah diberikan negara masih selalu kurang sehingga anda akan memanfaatkan jabatan dan wewenang yang diamanahkan rakyat melalui negara untuk memperoleh tambahan pemasukan, korupsi waktu untuk pekerjaan yang tidak seharusnya dilakukan pada saat jam kerja, korupsi uang yang seharusnya disetor ke negara, membantu penjahat untuk mengurangi pajak yang harus disetor ke negara, membuat hidup orang kecil menjadi lebih susah. Jangan beranggapan semakin banyak barang yang anda loloskan melewati pembayaran pajak membuat harga pasar jadi lebih murah dan rakyat jadi lebih mampu membeli. Di lihat secara utuh, misalkan anda meloloskan impor barang konsumsi masyarakat, sudah bayar pajaknya dimanipulasi, kuantitas yang masukpun juga dimodifikasi, negara/ rakyat jadi sudah rugi besar dua kali sehingga barang tersebut banyak beredar di pasar dan itupun anda masih berpikir kalau anda layak dapat bintang penghargaan dengan prestasi bisa menyediakan barang konsumsi yang murah. Tapi sadarkkah anda bahwa dengan memasukkan barang murah ( bebas pajak, maksudnya bayar pajaknya bebas soalnya tidak masuk kas negara tapi masuk dan diserap usus buntu sendiri ! ), produsen barang sejenis yang notabene adalah masyarakat jadi tidak mempu bersaing untuk menjual produksinya dengan harga murah yang beredar di pasar dan itu semua gara-gara anda. Persepsi yang salah kalau anda merasa menjadi pahlawan kesusahan rakyat. Buah dari China masuk ke Indonesia dalam jumlah besar dan nilai jual yang murah, petani buah lokal jadi tidak berkutik dan mati usahanya sehingga memilih cari pekerjaan mudah beresiko tinggi lain seperti mencuri, merampok, membunuh pejabat dan orang kaya. Tapi betapapun besarnya resiko yang ada, tidak akan menjadi masalah bagi orang yang sudah putus asa, tidak punya pilihan, merasa ditipu oleh pemimpinnya, orang yang mereka percayakan negara ini untuk dikelola sebaik mungkin tapi malah menusuk dari belakang. Negara juga seharusnya memproteksi usaha dalam negeri secara adil dan logis sehingga produk dalam negeri bisa menjadi tuan di negerinya sendiri. Jangan berfikir bahwa produk dari luar pasti lebih bagus, produksi dalam negeri nggak lebih jelek dari itu. Produsen merk terkenal menduniapun melakukan proses produksi di Indonesia, kalaupun tujuan cuma untuk mendapatkan biaya tenaga kerja yang murah ( memang murah sekalee buruh di Indonesia, lebih murah jauh daripada investasi beli mesin, padahal hasil produksi buatan tangan jauh lebih baik kualitasnya). Kok jadi menyimpang dari bahasan ya ?? Sorry dab, emosi ! Kalau sudah begini, saya sarankan rakyat Indonesia untuk nggak bayar pajak deh ! Buat apa bayar pajak kalau hasilnya nggak kembali utuh untuk rakyat, uang diselewengkan, uang dipakai untuk proyek-proyek rutin tahunan, bulanan, harian tidak bermanfaat, fiktif yang hanya dipakai sebagai alat untuk menguras harta rakyat dipakai untuk kepentingan golongan elit yang membuat paguyuban ”bancaan” atau ”arisan” di mana kekayaan negara hanya beredar di kalangan mereka sendiri secara bergantian. Saya juga curiga bahwasanya PEMILU adalah hanya waktu di mana dilakukan peralihan kekuasaan dan pembagian porsi kelompok elit untuk menggerogoti bangsa Indonesia yang kaya raya, tapi rakyatnya tidak terlalu pintar yang selalu mudah dibodohi, walaupun yang membodohi juga nggak pintar-pintar amat ! Amat juga nggak pintar-pintar, sorry mat ! Apalagi yang lagi nulis saat ini, yang pakai laptop pinjam karena kebetulan lagi nggak dipakai yang punya karena yang punya lagi tidur. Sorry dab ! Saya hanya lagi pengen nulis setiap pikiran dan memori yang muncul dari benak yang lagi semrawut. Kok jadi menyimpang dari bahasan ya 2.0 ?? Sorry dab 2.0, emosi ! 2.0 Kembali ke laptop ! Eee…kembali ke petugas pajak ! Ahh…mendingan kembali ke tanktop ! Intinya, pendapat saya mengenai pajak adalah ” Pajak tidak layak dipungut dari rakyat (perseorangan) yang telah mempercayakan hak miliknya ( bangsa dan negara dan segala isinya ), pajak hanya dipungut dari suatu perkongsian yang berorientasi ke profit, pajak hanya dipungut dari sistem perdagangan dan kerjasama dengan bangsa lain yang bukan bagian dari bangsa Indonesia, itupun bukan untuk menambah pendapatan negara tapi hanya untuk memproteksi keberadaan kepentingan rakyat Indonesia Raya tercinta”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s