SUDAH TAHU ANGKUTAN UMUM PENUH SESAK, NAIK PULA MASIH BERSUNGUT-SUNGUT

Kejadian ini sering saya temui ketika berada dalam situasi kendaraan umum yang penuh sesak, terutama perjalanan menggunakan angkutan umum pada hari menjelang libur kerja, hari Jumat atau Sabtu ketika kebanyakan orang melakukan mobilitas secara besar-besaran untuk pulang menuju rumah keluarganya yang terletak tidak dekat dan tidak jauh juga sebenarnya  dengan tempat kerjanya. Orang modern bilang saat weekend.

Sangat terlihat betapa pelayanan, fasilitas dan kepastian hukum akan kenyamanan konsumen tidak diperhatikan oleh semua pihak yang berkaitan. Dalam setiap perjalanan yang saya alami, seringkali terlihat orang yang bersungut-sungut mengetahui penuh sesaknya penumpang sehingga membuat seseorang harus langsung berdiri tidak nyaman di dalam angkutan umum. Beginilah kondisi mass transport di Indonesia. Baik orang yang akan naik, baru melangkah ke pintu bus umum, ataupun orang yang sudah dapat tempat duduk di dalam angkutan yang khawatir kapasitas oksigen di dalam angkutan yang tidak tersirkulasi dengan baik menjadi rebutan kerja hidung dan alat respirasi tubuh, semua bersungut-sungut. Yang tersenyum senang hanyalah sopir dan kondekturnya karena muatannya penuh melebihi kapasitas seharusnya yang artinya ada uang lebih setelah dipotong setoran ke pemilik armada.

Ada dua persepsi bertolakbelakang dalam situasi ini, penumpang merasa sesak dan merasa jumlah penumpang justru makin bertambah, sedangkan kondektur selalu saja menawarkan calon penumpang di pinggir jalan dengan ucapan “ayo naik mas, bapak-bapak, ibu-ibu siapa yang punya anak…silakan naik, masih kosong, bis terakhir, dll…!”

Bagaimana masih kosong ! Orang mau menggerakkan kaki yang pegal beberapa milimeter ke manapun sudah susah ! Kalau dekat cewek cantik sih mendingan ( he..he.. ), ini dekat dengan bawaan orang yang baru beli ayam petelor dari pasar Muntilan !! ( he…he…).

Bagi yang sudah terbiasa dan memahami inilah negeriku Indonesia raya tercinta sih no problemo, saat-saat indah penuh kebersamaan seperti ini tidak akan pernah ada di belahan dunia lain. ( nungkin sih, maklum pernah ke Brasil, India, Argentina, Bangladesh, Amerika apalagi ).

Saran saya sih buat semua, enjoy sajalah, situasi seperti ini tidak tiap orang bisa berkesempatan mengalami. Kesempatan seperti ini malahan ada yang sangat suka sekali, ingin tahu siapa ? Dialah si tangan cepat, bang copet yang berkomplot menyamar sebagai penumpang bertujuan mencari nafkah, mengambil jalan pintas merugikan orang lain.

Jadi ingat sama kakak perempuanku dulu yang ketika itu lagi senang banget pulang kampung pertama kali membawa gaji pertamanya untuk dipakai menyenangkan keluarga di rumah, bapak, ibu, adik-adiknya. Hal yang ditunggu dan direncanakan sekian lama untuk menunjukkan betapa senangnya bisa berbagi kebahagiaan dengan keluarga pulang membawa oleh-oleh dan uang yang memang diniati untuk tidak dipakai sendiri. Di tengah perjalanan, baru ketahuan ternyata tas yang dibawanya telah sobek kena benda tajam silet dan dompet berisi uang untuk tujuan mulianya terpaksa raib. Betapa sedihnya kakakku kulihat waktu itu, aku juga sangat kasihan baik pada kakakku maupun kepada copetnya. Tapi kejadian tersebut merupakan peringatan kepada semua bahwa kita harus selalu berhati-hati, jangan terlalu menganggap apa yang kita rencanakan pasti terwujud, semua sudah ada yang mengatur, jangan terlalu merasa memiliki apa yang kita miliki karena pada dasarnya kita tidak punya apa-apa, bahkan diri kita semuapun bukan milik kita sendiri.

Sekali lagi nikmati sajalah apa-apa yang kita alami.

Dan sangat wajar jika ada orang yang mau naik kendaraan mimik mukanya bersungut-sungut. Justru orang yang masuk pintu kendaraan umum yang penuh sesak dengan tawa atau senyum bahagia, apalagi berkelompok itulah yang patut kita pertanyakan. Anda termasuk orang yang bersungut-sungut ataukah yang bahagia ketika dalam situasi tersebut ???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s