POOR SATAN

 

TULISAN INI HANYALAH WACANA PEMIKIRAN, BEBAS DAN SANGAT MEMERLUKAN MASUKAN DARI SEMUA ORANG YANG MEMBACA. BUKANNYA SOK MAU IKUT CAMPUR URUSAN MAKHLUK LAIN, APALAGI URUSAN SANG KHOLIK, KARENA SEBENARNYA URUSAN SAYA SENDIRI MASAIH BANYAK YANG BELUM TERSELESAIKAN, BELUM TERJAWAB, BELUM SAYA KERJAKAN DAN MASIH HARUS DIBUKTIKAN BAIK DENGAN AKAL MAUPUN HATI NURANI.

TTD MR. JARKONI.

 

 

Allah menciptakan leluhur manusia, Adam dan Hawa setelah sebelumnya telah menciptakan malaikat dan iblis/setan terlebih dahulu. Malaikat diciptakan dari nur, sedangkan setan dari api. Manusia diciptakan dari dari tanah yang kemudian Allah tiupkan ruh pada bentuk raganya.

Pada awalnya setan menunjukkan pengabdiannya kepada Allah, beribadah kepadaNya dan tinggal di taman surga, tapi begitu manusia diciptakan Allah untuk hidup bersama setan di surga dan setan diperintahkan Allah untuk menghormati manusia, setan mulai protes dan tidak terima akan perintah itu dengan alasan setan lebih mulia karena terbuat dari api sedangkan manusia terbuat dari tanah, setan telah diciptakan terlebih dahulu baru kemudian manusia.

Sejak saat itu setan dan keturunannya membangkang kepada Allah dan membuat kesepakatan dengan Allah untuk menggoda manusia dan keturunannya diawali dengan menyesatkan Adam dan Hawa. Entah ini sebagai wujud pembangkangan, protes atau memang yang jelas skenario dari Allah yang telah ditentukanNya. Wallahu’alam.

Setan berhasil membujuk Adam dan Hawa untuk melakukan perbuatan yang telah dilarang oleh Allah untuk dilakukan Adam dan Hawa di surga, sebagai akibatnya manusia dibuang ke dunia. Jadi memang jelas bahwa dunia ini adalah tempat pembuangan yang hina yang seharusnya tidak diharapkan manusia. Dunia bagaikan penjara saat manusia menjalani hukuman akibat kesalahan yang dilakukannya. Bayi saja pasti menangis ketika dilahirkan di dunia.

Sebagaiman seharusnya kita ketahui bahwa setiap orang yang hidup di penjara tentu merindukan saat-saat kebebasannya, saat-saat dia keluar dari hukuman di penjara, merindukan dan menantikan saat masa hukumannya habis untuk kembali ke tempat asalnya. Tergantung pada proses perenungan, proses belajar, proses memanfaatkan waktu selama di penjara sehingga persiapan hidup setelah bebas dari penjara sudah ada dan dengan senang hati dia menyambut dan menunggu kedatangannya (maut). Tapi banyak orang justru terlena dan sangat menikmati saat-saat hidup di dunia, lupa diri, tergantung dan tidak ingin terlepas dari belenggu kenikmatan yang ditawarkan penjara dunia, mereka lupa karena terhanyut dalam kenikmatan fana dan tidak tahu bahwa ada kehidupan lagi setelah kehidupannya di dunia habis waktunya, sedang kehidupan setelahnya itu menuntut pertanggungjawaban tiap-tiap orang. Jurusan manusia lebih luas ( AKHIRAT – DUNIA PP, bisa jurusan SURGA – DUNIA PP, bisa SURGA – DUNIA – NERAKA ).

Setan juga menyertai manusia hidup bersama di penjara dunia dengan misi menggoda manusia, menjauhkan manusia dari beribadah kepadaNya, sehingga setan bisa menjadikan manusia sebagai teman senasibnya kelak pada kehidupan penjara tahap kedua di neraka. ( Setan nantinya diazab di neraka juga apa tidak ya ? )

Sampai di sini timbul pertanyaan yang saya sulit mencari jawabannya, setan membangkang kepada penciptaNya atas kesadaran sendiri ataukah tidak ? Memang hanyalah Allah yang tahu semuanya. Tapi dalam pemikiran saya sepertinya setan diciptakan sebagai alat atau sarana untuk menyaring manusia yang berkualitas di hadapan Allah saja.

Jadi kalau menengok ke belakang, setan memang diciptakan terlebih dahulu sebagai persiapan akan diciptakanNya manusia yang akan menjadi tokoh utama cerita di dunia dan akhirat.

Apakah semua setan secara individual bisa menerima bahwa mereka diciptakan tanpa memiliki pilihan, tanpa memiliki kebebasan menentukan nasibnya sendiri ? Kalau setan menyadari mereka diciptakan hanya untuk kembali ke akhirat jurusan neraka ( NERAKA – DUNIA PP ) apakah mereka tidak protes ? Apakah tugas menggoda manusia di dunia untuk kemudian tinggal di neraka itu sebagai wujud pengabdiannya kepada Allah ? Apakah yang menjalani hukuman di neraka nantinya hanyalah manusia saja ataukah setan juga ?.

Yang jelas, karena keterbatasan rahasia Allah yang diberikan kepda manusia pada umumnya, tetap menjadi misteri dari sepengetahuan manusia pada umumnya selama hidup di dunia, menjadikan ada hal-hal atau pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita harus berusaha mencari jawaban entah sampai kapan menemukannya atau bahkan tetap tidak terjawab sampai Allah membukakan semua rahasiaNya di akhirat kelak. Ada hal-hal seperti agama dan keyakinan yang tidak cukup mengandalkan akal dan logika untuk kita mempercayainya, tetapi harus menggunakan hati.Atas nama manusia, saya menyampaikan turut berduka dan berbelas kasihan jikalau setan diciptakan untuk menjalani hari-harinya tanpa pilihan sedang mereka tahu tujuan akhirnya nanti tidak menyenangkan baginya. Dan atas nama manusia pula, saya mewakili mengucapkan terima kasih kepada setan yang telah bersusah payah menggoda manusia untuk menjalani ujian dari Allah selama masa hidupnya di dunia. Semoga perbuatan kalian menerima balasan yang layak di hadapan Allah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s