PERSEPSI DAN CARA PANDANG MANUSIA TERGANTUNG DENGAN APA-APA YANG TELAH DIKETAHUINYA

Pada suatu ketika dalam perjalanan ‘Homecoming’ pulang ke Wonosobo dari Jogja, aku sedang duduk di deretan ke lima sebuah bus AKAP jurusan Jogja – Semarang. Kebetulan ada seorang pengamen yang masuk dari pintu belakang dan mulai memetik gitar menyanyikan lagu yang terdengar penuh penghayatan seolah sang pengamen benar-benar mengalami alur cerita dalam lagu tersebut yang kurang lebihnya dari seorang pendosa menjadi seorang yang minta kepada Tuhan untuk dibukakan pintu hatinya untuk tobat. Aku berusaha sekuat mungkin untuk tidak melihat dulu siapa gerangan pengamen tersebut, karena aku yakin nanti toh dia akan maju ke depan dulu untuk mengambil imbalan sesuai dengan nilai yang diberikan oleh tiap penumpang

Selama sang pengamen menyanyikan beberapa lagu, yang aku amati justru keberadaan seorang gadis kecil berusia kurang lebih 4 tahun yang berdiri di bangku penumpang bersama orangtuanya beberapa deret di depanku yang selalu menghadap ke belakang dan aku yakin yang dia lihat tanpa berkedip dari tadi adalah sang pengamen yang sedang beraksi. Dari tatapan mata, kernyitan dahi, terlihat kalau gadis kecil itu berpikir keras mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri. Aku sendiri semakin penasaran untuk segera melihat pada sosok sang pengamen itu. Ini pasti ada apa-apanya, benakku berkata. Tapi tak berapa lama kemudian sang pengamen mulai menyampaikan kata-kata penutupnya, ucapan permintaan maaf andaikata dia mungkin mengganggu kenyamanan perjalanan penumpang dan ucapan terimakasih atas perhatian penggemar…eh penonton…eh penumpang sekalian. Begitu sang pengamen berjalan menuju ke depan, yang dapat kulihat baru bagian belakang tubuh pengamen, berambut ikal agak gondrong, ketika ia mulai menyodorkan topinya kepada penumpang terdepan baru kulihat ternyata wajahnya penuh dengan tattoo, tapi kalaupun begitu, dari raut wajahnya memang terlihat teduh dan pasrah, seolah dia tahu sesuatu yang tidak semua orang tahu, mungkinkah dia sudah pernah dipertemukan dengan Tuhan oleh Tuhannya ? Entahlah, yang jelas lagi akupun sangat ingin bertemu dengan Tuhanku, setidaknya sempat diberi kesempatan untuk berkenalan terlebih dahulu sehingga dengan mudah aku akan beriman kepadaNya sepenuh hati, jiwa, nafsu dan raga.

Pantas saja gadis kecil tadi selalu melihatnya, karena dia pasti bertanya-tanya, apaan sih ini ? Muka kok ada gambarnya ! Gadis itu tentu saja bertanya seperti itu dalam hatinya, soalnya memang jarang ada kesempatan orang apalagi seorang anak kecil melihat mantan preman yang digambari kulit wajahnya. Dan kupikir kejadian itu, mungkin hanya akan menjadi memori atau ingatan masa kecil yang hanya akan lewat saja, atau mungkin lebih dari itu hingga dia akan beranjak dewasa nanti. Entahlah !

Tapi menurutku, melihat gelagat dan caranya menatapku, pengamen ini memang sedang mau bertobat, sopan, bahkan sangat sopan yang tidak dibuat-buat seperti pengamen yang lain. Kecuali sang pengamen wajah bertattoo ini pandai berakting, betapa hebatnya dia sehingga bisa sangat menjiwai perannya.

Melihat orang dengan wajah bertattoo, menimbulkan banyak persepsi pada tiap-tiap pandangan orang. Ada yang curiga, waspada, ada yang meremehkan, ada yang takut, ada yang tertawa atau hanya tersenyum. Ada yang mendoakan keselamatan bagi dia, ada yang berdoa agar keturunannya dijauhkan dari hal seperti dia. Bahkan ada yang bisa membaca lubuk hati sang pengamen akan perasaan sesungguhnya dengan dengan keberadaan tatto di wajahnya.

Persepsi dan reaksi orang tentang segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya memang tergantung pada ilmu pengetahuan, kemampuan, sejarah, keinginan dan niat masing-masing orang. Sekarang benar besok bisa salah, sekarang salah seiring dengan proses belajarnya, besok bisa lebih baik.

Tapi yang jelas, sang gadis kecil masih bertanya-tanya akan apa yang dilihatnya tadi dan suatu saat nanti dia akan sampai pada jawaban yang selalu berubah-ubah tanpa henti selama dia masih hidup di madrasah dunia yang entah sampai kapan akan muncul jawaban pasti dan hingga dia menyadari bahwa setiap peristiwa yang terjadi dan dialaminya selama ini adalah kehendak dan petunjuk yang diskenariokan Tuhan kepadanya.

Iklan

One thought on “PERSEPSI DAN CARA PANDANG MANUSIA TERGANTUNG DENGAN APA-APA YANG TELAH DIKETAHUINYA

  1. ervincible Mei 10, 2011 / 3:43 pm

    Duh gusti… Kapan kita ketemu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s