PERJALANAN HIDUP

 

Masa-masa dalam kehidupan manusia di dunia, sejak dia dilahirkan sebagai bayi dari rahim seorang ibu dalam keadaan menangis sedangkan orang di sekitarnya tertawa bahagia. Kemudian menjalani masa kanak-kanak, remaja dan akhirnya menjadi manusia dewasa yang mengambil keputusan sendiri atas nasibnya dengan menyadari bahwasanya takdir Tuhan selalu berlaku sesuai kehendakNya dengan atau tanpa sepengetahuannya.

Manusia bisa dipersepsikan sebagai wujud fisik berupa badan atau tubuh biologis yang hidup dan nyata bisa dilihat, dirasa atau diraba, wujud roh yang menempati wadah wujud fisiknya, yang menggerakkan dan mengelola semua sisitem dalam tubuh agar bisa beraktivitas, dan yang terakhir adalah hati sebagai penjaga keseimbangan koordinasi antara tubuh atau jasmani dengan rohani. Hanya saja fungsi hati sebagai penyeimbang bersifat netral sehingga akan sangat tergantung pada energi atau makanan yang diberikan kepadanya untuk menentukan apakah nantinya koordinasi antara tubuh, jiwa dan hati akan menjadi sinkron atau tidak.

Bayi menangis ketika dilahirkan karena hatinya masih bersih, jiwanya masih mengenal baik Tuhan yang menciptakannya dan jiwa serta hatinya masih berkuasa penuh atas wujud fisik tubuhnya. Jiwa dan hatinya tidak rela dan merasa takut menjalani awal kehidupannya di dunia yang entah nanti akan menjadikannya sosok manusia seperti apa setelah beberapa saat hidup di dunia, 5 menit, 1 tahun, 12 tahun, 25 tahun, 50 tahun atau bahkan sampai 110 tahun menurut hitungan manusia. Tapi berapapun itu lamanya, itu semua hanyalah waktu yang sangat singkat, hanya sekejap. Ketakutan jiwa dan hati sang bayi memaksa tubuh melalui mulut dan lidahny yang dikoordinasikan oleh otaknya untuk menangis.

Semuanya berasal dari satu tempat dan kelak akan kembali ke tempat asalnya setelah menjalani masa ujian di dunia yang hina.

Seiring dengan proses perjalanan hidupnya, jiwa, badan dan hati selalu belajar. Mereka bertiga berkembang dengan banyak perubahan yang selalu terjadi. Ada yang jalan di tempat, ada yang merangkak, ada yang berjalan, ada yang berlari dan ada yang melesat secepat kilat. Jiwa belajar, hati belajar, tubuh belajar. Proses belajar dipengaruhi oleh banyak sekali faktor yang menyusup dan merasuk di dalam ketiganya diiringi dengan suratan takdir yang telah ditentukanNya.

Masa yang paling penting bagi seorang manusia adalah masa kanak-kanak, masa ketika jiwa, hati dan badan sedang berakselerasi secara penuh untuk memerima masukan-masukan yang menjadi makanan bagi ketiganya, masa pertumbuhan yang paling penting untuk membuat pondasi yang kokoh dalam usaha mendirikan bangunan berwujud manusia yang akan semakin bertambah bobot dan bebannya. Masa kanak-kanak, perkembangan jiwa, hati dan badan relatif seimbang untuk seorang manusia yang normal yang tidak dikarunia kelebihan oleh Tuhan. Anak-anak selalu jujur, selalu memerima dan menggunakan apa yang dilihat, didengar, diresapi, disuapi, dicekoki, menerima apa adanya. Di sini peranan orang tua dan lingkungan sekitarnya sangat berperan signifikan dalam proses pembuatan pondasi untuk membantunya menemukan jati diri seorang anak nantinya. Tingkah laku, perbuatan, opini, persepsi, ilmu pengetahuan, etika yang dirasakan panca inderanya melalui didikan orang tua, saudara dan lingkungan yang terwujud dalam peristiwa dan kejadian yang dialami akan membekas, mengendap dalam hati, jiwa dan badan yang akan membentuk sosok manusia yang bervariatif nantinya.

Masa remaja, seseorang sudah mulai memiliki kebebasan untuk menentukan dan menemukan jati diri. Remaja sudah mulai memiliki keinginan untuk memilih sendiri jalan yang akan dilalui. Remaja mulai menemukan hal-hal yang sekiranya sekiranya tidak sesuai dengan dengan apa yang didapatnya dahulu ketika masih kecil, mereka mulai mencari tahu, mereka mulai bertanya-tanya. Tidak setiap orang bersamaan siklus perubahan pemikirannya, ada yang lebih dahulu, ada yang belakangan. Remaja mulai mencoba-coba hal baru yang dia peroleh dan dia temuai melalui pergaulan dalam komunitas yang lebih luas dan sumber informasi yang lebih banyak. Semua hal ingin dicoba, baik buruk, positif negative, manfaat atau rugi. Hal ini dilakukan dalam proses mencari tahu apa yang diinginkan tubuhnya, jiwanya ataupun hatinya.

Pada masa remaja, dominasi kebutuhan dan keinginan badan pada umumnya lebih besar dibandingkan kebutuhan dan keinginan rohaninya, apalagi kebutuhan hatinya. Remaja mulai mencari figure seorang guru, idola, panutan, teladan hidupnya yang nanti akan digunakannya dalam kehidupan kesehariannya pada masa manusia mulai menginjak dewasa sehingga terkadang setelah masa itu lewat, sang remaja merasa malu, konyol bahwa dia pernah mengidolakan seseorang yang cuma seperti itu.

Pada masa dewasanya seorang manusia, dia sudah bias dimasukkan dalam kategori-kategori yang jelas. Manusia dewasa sudah terbentuk pola pikirnya, orientasinya, misi dan visinya hidup di dunia ( atau cuma di dunia saja ). Dominasi keserakahan badannya jauh melesat meninggalkan kebutuhan rohani dan hatinya. Mereka sudah terlihat jelas hasratnya akan kenikmatan dunia, kebanyakan sudah termakan hasutan dunia yang mulai terbentuk pada masa remajanya. Manusia dewasa menjadi rakus akan dunia, lupa akan asal muasal jiwa, hati dan badannya, lupa akan saat-saat takutnya ketika dilahirkan ke dunia. Orang dewasa sudah rakus, apa saja dimakannya, uang, kotoran, aspal, bensin, kertas, penderitaan orang lain, kebahagiaan orang lain, keamanan dan kenyamanan orang lain, makanan anjing disikat, batu proyek jalan, bendungan, alat tulis kantor, beras jatah rakyat, peralatan militer Negara, dana bantuan, hutang luar negeri, uang suap, pohon, hutan, gunung, desa, kota, kabupaten, propinsi, Negara, dunia dilahapnya semuatanpa pernah merasa kenyang, tanpa pernah merasa puas, tanpa pernah merasa dosa. Hatinya telah ditutup selaput yang semakin menebal akibat santapan haram yang selalu dinikmatinya. Mereka gila harta, gila tahta, gila pujian. Tertutupnya hati oleh kerak yang tebal berlangsung relative lebih lama, sampai saat usia tuanya. Hasil yang telah terbentuk pada tahap dewasa yang rusak, sulit sekali dikembalikan ke keadaan sebelumnya, apalagi dalam keadaan awalnya. Betapa bersyukurnya orang yang disembuhkan oleh berkah dari Allah, mereka mulai berpikir kembali, bertobat, memanfaatkan sisa hidupnya yang hanya menunggu bertemu ajal. Tapi yang tidak diberikan berkah dan kehendak oleh Allah untuk membanting stir kembali menapaki jalannya dari awal, betapa kasihannya mereka.

 

Ya…Allah, melalui berkahMu, jagalah hati kami selalu bersih supaya bias mengendalikan liarnya badan dan ruh kami yang mulai lupa akan hakekat diciptakannya mereka.

Ya…Allah, basuhlah selalu hati kami setiap saat sehingga tidak ada kotoran yang sempat menempel

Hanya kepadaMulah kami bergantung, berharap.

Hanya milikMulah hidup dan mati kami.

 

 

Inna lillahi wa inna illaihi roji’un….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s