APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN MENYAMBUT THE LAST 3RD WORLD WAR

Perang dunia ke tiga bakal terjadi, perseteruan antara dua kubu yang secara alami pasti terjadi, perseteruan antara dua bagian terpisah yang tidak akan pernah bisa jadi satu, besar dan kecil, rendah dan tinggi, baik dan jahat, menang dan kalah, baik dan jahat, panas dan dingin, api dan tanah, air dan angin, langit dan bumi. Perang dunia ketiga merupakan start point menuju berakhirnya kontrak kesepakatan segenap manusia dan Tuhannya, orang menyebutnya hari perhitungan, kiamat.
Tahun 2009, teknologi persenjataan sudah demikian mutakhir, semua senjata sepertinya telah ditemukan manusia, Israel tentu saja yang paling depan teknologi senjata canggih, modern dan terbaru. Ini berarti saatnya tinggal memakai, buat apa diciptakan kalu tidak untuk dipakai ? Proses penciptaan senjata mengeluarkan dana yang sangat besar dengan research yang sangat lama sampai saat orang tidak sabar untuk memakai dan menguji cobanya dalam keadaan yang sebenarnya. Perang…ya, perang. Ini berarti puncak keberadaan senjata dan akhir pula dari masa kejayaannya. Nuklir, rudal, roket, senjata dirgantara, senjata angkasa, darat, laut, senjata pemusnah massal kimiawi, biologi, fisika, informasi, psikologi, ada semua.
Senjata remote, tanpa awak yang bisa dikendalikan dari markas pusat di Tel Aviv, Pentagon, Kabul, Moskow, Teheran, Wonosobo. Senjata yang bersifat mobile computerized dengan sumber energi tak terbatas dan akurasi yang makin tinggi telah mengintai segenap umat manusia di seluruh penjuru tinggal menunggu pemantiknya dipicu saja.
Perlu diketahui bahwa jika semua senjata tersebut digunakan secara bersamaan dalam suatu perang total dimana hanya ada dua kubu, dua blok di bumi yang memang small planet ini yang berseteru, bisa dipastikan pasokan seberapa banyaknya pun akan habis dipakai atau dihancurkan dalam waktu yang tidak lama. Dan…tahukah anda apa yang tersisa ? Yang akan tersisa adalah adalah senjata yang sebelumnya dianggap kuno, tradisional yang berbahan alam seperti kayu, batu dan hati. Kembali ke peradaban lama dimana pasukan yang memiliki ketrampilan memakai senjata klasik seperti pedang, panah, tombak dengan alat perlindungan tameng dan kendaraan alam berupa tunggangan pribadi seperti kuda dan untalah yang masih bisa bertahan. Perang akan sangat terbuka, kedua pihak berhadapan langsung, bertatapan mata, bersentuhan secara fisik dan hanya kubu dengan niat tulus berjuang demi tegaknya keyakinannya hingga rela mati dan bahkan matilah yang dicarinyalah yang akan berjaya.
Benda apapun yang paling dekat dengan jangkauan tangannya akan menjadi senjata yang mematikan, batu, tongkat, tulang, pasir. Benda apapun yang berserakan akan menjadi senjata sampai tingal pertempuran berhadapan satu per satu dengan tangan kosong, dengan napas yang tersengal-sengal dan tinggal semangat dan kepastian tujuanlah yang akan mengantarkan kubu kebaikan berjaya, memenangkan pertempuran di dunia dan tidak berapa lama kemudian, sebelum sempat mereka membangun kerusakan pada masa berkuasanya pemenang, luluh lantaklah bumi dan segala isinya, gunung yang memaku bumi supaya kokoh menyatu lepas, hancur berkeping-keping dunia ini sampai saat setiap orang nanti terbangun dari ”tidur’ nya bersamaan di suatu padang yang sangat luas mengantri giliran untuk diadili.
Belajarlah dan ajarkanlah diri dan anak keturunanmu memanah, berenang, bergulat dan berkuda. Kelak hal ini akan kamu sekalian perlukan, walaupun sekedar untuk membela diri.
Welcome…the last 3rd world war
I’ve been waiting so long to be involved
Ash to ash, dust to dust

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s