BERBICARA TENTANG DIRINYA (ALI SYARIATI)

BERBICARA TENTANG DIRINYA

” Surat terakhir Ali Syariati kepada Ihsan, putranya 1977 “

Aku tak tahu apa yang disembunyikan hari-hari untukku. Peran apa yang telah ditakdirkan atasku untuk menjalankan misi mulia risalah Allah, tapi aku yakin bahwa aku memiliki peran yang belum rampung dituntaskan. Kalau tidak bagaimana aku masih tetap hidup, padahal seharusnya tulang belulangku telah hancur tujuh kali.

Aku memuji Allah karena aku dapat mengalami semua cobaan dan penderitaan yang datang silih berganti, tubuhku masih kuat, kulit tebal apakah yang menyelimuti tubuh ini?

Sebagian psikolog mengatakan ” satu generasi tidak akan kuat mengalami kekalahan melebihi satu kekalahan, dan lihatlah aku telah mengalami enam atau tujuh kali kekalahan, kekalahan atau kemenangan ? Apa bedanya bagi kita ? Mungkin kemenangan dan kekalahan merupakan hal yang penting bagi olahragawan, politikus dan orang-orang yang suka berkompetisi, adapun bagi kita yang terpenting adalah menunaikan kewajiban risalah Allah dalam segala situasi dan kondisi, serta dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Apabila kita menang, kita mengharap agar terlindungi dari segala kesombongan dan penindasan kepada orang lain. Jika kalah, kita mengharap agar Allah menjaga dari segala keyakinan dan penyerahan diri.

Berjuang demi sebuah hakekat, kebebasan dan demi kebahagiaan manusia, merupakan kebahagiaan yang paling tinggi, dan keikhlasanku dalam perjuangan ini semuanya kulakukan demi bangsaku, agar aku dapat meringankan jeritan yang selalu ada dalam diriku. Sampai-sampai aku tak dapat menjadi seorang ayah dan suami yang baik.

Terkadang aku gelisah, aku takut kekuasaan akan menindas putra-putri dan ayahku ayang sudah tua, namun apapun yang terjadi, aku yakin bahwa aku berjalan di jalan Allah, dan ketika seseorang menentukan suatu jalan yang ingin ditempuhnya, maka ia harus siap dengan segala kemungkinannya. Ia harus berjalan sampai titik terakhir.

Tunjukkanlah wajah untuk agama yang suci, semua yang kita lakukan ini membutuhkan kekuatan iman dan nafas panjang serta kesabaran dalam menanggung semua penderitaan.

Ya Allah, berilah kami kekuatan sesuai dengan langkah kami !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s