ALI SANG IMAM – MANUSIA AGUNG DALAM PERADABAN

Yang dimaksudkan dengan kaum intelektual adalah bukan mereka yang memiliki gelar doktor, kebangsawanan atau yang lainnya, namun yang dimaksud adalah mereka yang mempunyai rasa tanggung jawab terhadap arah tujuan perjalanan bangsa dan negaranya, mereka yang berjuang keras untuk membuktikan sebuah hakikat atau idealisme yang mereka yakini kebenarannya, dan mereka yang berjuang keras untuk menuju jalan terang benderang dan menyadari sepenuhnya tanggung jawabnya terhadap kemanusiaan, umat dan bangsanya.

Orang yang pandai menulis tidak akan pandai untuk berkhotbah, begitu pula sebaliknya.

” Akan terjadi ikhtilaf dan perpecahan setelahku. Apabila itu terjadi, maka selamatkanlah dirimu sendiri dan jangan masuk dalam fitnah itu Pilihlah keselamatan dan jalanlah di jalan ketaqwaan .”

Mengapa harus bersikap netral ketika kebenaran dan kebathilan bertempur ?

Hukuman seorang pencaci adalah dicaci kembali atau dimaafkan atas dosanya ( Nahj Al- Balaghah )

Zuhud revolusioner ( Kezuhudan Ali ) ialah menanggung kemiskinan untuk menghapuskan kemiskinan, sabar menahan lapar untuk memberantas kelaparan, meninggalkan memakan roti untuk mencukupi kebutuhan roti orang lain, meninggalkan egoisme diri dan hidup dengan kesengsaraan serta merasa cukup dengan sesuap roti dan garam demi untuk menghilangkan kelaparan orang lain, berikut melepaskan semua beban hidup pribadi demi mengabdi pada masyarakat.

Inilah zuhud, zuhud demi manusia agar dapat mencukupi kehidupan orang banyak, demi menjamin sesuap nasi dan memperbaiki perekonomian, zuhud demi nilai sebuah keadilan sehingga TIDAK ADA SESUATUPUN YANG DITAKUTI DARI MILIKNYA AKAN HILANG YANG DAPAT MEMAKSANYA UNTUK BERNEGOSIASI, BERKELIT DAN MENAHAN DIRI DARI MENEGAKKAN KEADILAN.

Inilah zuhud dan kepuasan ( al-Qana’ah ) sebagai sebuah jaminan bgi kemanusiaannya manusia dan jaminan bagi seorang mujahid yang merasa bertanggung jawab dalam perjalanannya menunaikan tanggung jawab dan jihad.

Pemimpin mugkin saja kalah, tapi ia tidak mungkin melakukan suatu perbuatan tercela, walaupun paling minimnya keberhasilan seorang pemimpin adalah ketika ia dapat menyampaikan kebenaran.

Seorang pemimpin harus menjadi sebuah hamparan lukisan bagi setiap generasi, ia harus menjadi figur teladan ideal, ia harus menanggung kegetiran kekalahan, segala kepahitan dan derita yang menimpanya beserta keluarganya demi memelihara kebenaran. Mereka harus menanggung semuanya itu agar tangannya tidak terlumuri dengan darah kezaliman dan perampasan hak orang lain.

Seorang pemimpin, karena ia adalah seorang figur teladan ideal, tidak boleh merasa lemah walaupun ia mati dalam penjara seorang diri. Yang dimaksud lemah disini adalah kelemahan nilai-nilai kemanusiaannya.

” Manusia dibagi dua, saudaramu dalam agama atau temanmu sesama makhluk.”

Sebenarnya ini suatu kesalahan yang besar, sebenarnya ilmu, pencerahan, iman, idiologi, akidah dan kesadaranlah yang mampu memberikan umat kehidupan dan kekuatan. Umat yang memiliki kemampuan di bidang teknologi namun kosong dari idiologi bagaikan pohon besar yang memiliki buah yang masak tapi tumbuh pada tanah dan musim yang salah.

” Aku tidak seperti apa yang kau katakan dan melebihi apa yang ada di hatimu .”

Saya yakin bahwa cinta yang diiringi dengan kebodohan tidak akan berguna di dunia maupun di akhirat, karena di akirat mempunyai hukum yang sama seperti yang ada di dunia, ketika cinta yang tidak didasari dengan pengetahuan tidak akan bermanfaat di dunia, maka ia tidak akan bermanfaat di akhirat.

Beliau bicara dan kita dapat mengambil pelajaran dari pembicaraannya, beliau diam dan kita dapat mengambil pelajaran dari keheningannya.

Eric Fromh : ” Perasaan kesendirian adalah bua dari rasa cinta dan keterasingan.”

Barangsiapa yang mencintai sesuatu atau seseorang, niscaya ia akan merasa terasing ketika melihat seseorang yang tidak dicintainya, ia tidak akan memimpikan yang lain kecuali yang dicintainya, ketika ia kehilangan sesuatu tersebut ia akan merasa terasing dan sendiri.

Ketika manusia semakin dekat kepada nilai-nilai kemanusiaan, maka perasaan kesendiriannya akan bertambah kuat. Oleh karena itu kita melihat bahwa manusia yang memiliki intelektualitas tajam dan memiliki spirit sempurna, maka mereka mengalami penderitaan yang mendalam tidak seperti yang dirasakan orang-orang awam yang melakukan aktivitas sehari-hari. Kita juga melihat orang-orang yang memilki pemikiran yang mulia, setiap kali sipritnya melayang, mereka akan mengambil jarak antara dirinya dengan orang di sekitarnya dimana dia hidup agar dapat merasakan kesendirian.

Jika kita membaca kehidupan pribadi orang-orang mulia, kita akan temuai bahwa sifat yang paling menonjol dari diri mereka adalah perasaan keterasingan dari kehidupan yang mereka jalani. orang-orang tersebut hidup secara misterius dan sedikit bersikap aneh pada zamannya, mereka menjadi orang asing dalam negerinya sendiri namun selang beberapa waktu, generasi setelahnya akan mengetahui dan mulai memahami semua tingkah lakunya.

Orang-orang yang merasakan keterasingan adalah mereka yang memiliki spirit agung yang tidak pernah puas dengan apa yang telah ada dalam hidup ini. Mereka merasakan ada sesuatu yang lebih besar dari semua ini.

Dirinya dipenuhi oleh rasa keinginan untuk lari dan melepaskan diri dari semua ini, rasa keterasingan dalam masyarakat dan rasa cintanya, menciptakan penolakan diri dan berusaha untuk lari dari semuanya.

Penderitaan yang sangat dashyat adalah ketika manusia agung seperti beliau memandang dirinya berada di antara manusia -manusia berpikiran rendah yang hanya memikirkan kenikmatan -kenikmatan rendah, ia menyadari bahwa spiritnya berada di antara spirit-spirit yang hina dan kotor.

Seorang yang zahid bukanlah seorang yang memandang dunia, harta, kemewahan dan kelezatan dengan pandangan negatif.

Beliau ( ra ) pernah menulis pada salah seorang pekerjanya di Baitulmal dan mengancamnya dengan pembunuhan apabila dia tidak mengembalikan harta yang ia curi dari baitulmal, ” Takutlah kepada Allah dan kembalikan harta-harta yang telah engkau rampas kepada mereka. Jika kau tak melakukannya, niscaya aku akan menangkapmu. Jika aku berhasil menangkapmu, aku akan membunuhmu dengan pedangku yang jika aku membunuh seseorang dengannya, orang tersebut pasti akan masuk neraka.”

KORUPSI DAN PERAMPASAN HARTA MILIK RAKYAT BAGI ALI ADALAH DIBUNUH

Ini adalah hokum dalam Islam dan masalah yang berkaitan dengan ekonomi dan hak-hak masyarakat.

Sebuah cinta yang tanpa didasari oleh pengetahuan yang benar tidak akan memiki potensi untuk menolong, tidak ada pintu keselamatan dan pertolongan kecuali dengan pengetahuan. Pengetahuanlah yang menggiring manusia menuju pantai keselamatan dan kebahagiaan.

Tapi sangat disayangkan sekali bahwa kita tidak mengenalnya dengan pengetahuan seperti ini, pandangan seperti ini tidak pernah terlintas dalam benak kita. Karena ketika kita ingin memuji para nabi ( SAW ) dan para imam ( ra ), kita menisbatkan sifat-sifat yang dimiliki para malaikat kepada mereka dengan mengira bahwa jika kita menisbatkan semua sifat-sifat itu, kita akan meninggikan derajatnya, padahal sebenarnya kita telah menjatuhkan dan merendahkan mereka dari kedudukan yang semestinya.

Jika kita menisbatkan kemuliaan malaikat kepada para nabi ( SAW ) dan imam ( ra ), berarti kita telah menjatuhkan martabat dan kedudukan mereka.

Semua doktrin filsafat dan mazhab telah mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang menderita kesendirian. Ketika manusia mulai beranjak menuju kesempurnaan, perlahan-lahan mereka akan menjauhi segala gejolak emosi dan aktivitasnya sehari-hari, serta akan menjadi orang yang sangat misterius. Ia merasa asing dalam masyarakatnya, karena ia memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki oleh masyarakatnya. Semua mata air yang dirasakan oleh masyarakatnya lewat melalui kedua belah tangannya, begitulah keadaannya, setiap kali ia melangkah menuju nilai-nilai kemanusiaan yang agung seperti yang dikatakan oleh Al Quran dalam kisah Adam, maka rasa keterasingan akan semakin merasuk dalam dirinya. Apakah ada orang yang tidak merasakan keterasingan dalam hidup ini ? Siapakah yang tidak pernah merasakan terasing ?

Barangsiapa hidup seperti orang biasa, dan merasakan keselarasannya dengan lingkungan sekitarnya, maka ia tidak akan merasakan kesendirian, tidak merasa terasing, tidak merasa bahwa dirinya adalahsesuatu yang misterius, karena ia tidak ada bedanya dengan orang-orang biasa. Ia makan, memakai pakaian, menikmati segala sesuatu dan tidak merasa kekurangan, karena orang-orang yang merasakan keterasingan adalah mereka yang memiliki spirit yang agung yang tidak pernah puas dengan apa yang telah ada dalam hidup ini. Mereka merasakan sesuatu yang lebih besar dari semua ini.

Sayidina Husein ( ra ),” Jika kalian tidak mempunyai agama, maka jadilah kalian orang-orang yang bebas.”

” Manusia masa kini sangat perlu untuk mengenal Ali bukan mencintai Ali. Cinta tanpa pengetahuan tidak akan bernilai, bahkan itu akan menjadi candu yang dapat menghilangkan kesadaran manusia.”

Ali berkata,” Kebenaran tidak dikenal dari manusia. Kenalilah kebenaran, niscaya kau akan mengenal siapakah yang berada di pihak yang benar,”

George Jordac mengomentari pendapat bahwa kebebasan adalah hak dasar setiap manusia, tidk ada seorangpun yang berhak merampasnya dari mereka, mereka punya hak untuk pergi dan menetap di manapun mereka inginkan.

Dimanakah mereka yang selama ini menulis tentang hak asasi manusia ? Lihatlah hak asasi manusia yang diterapkan oleh Ali, bukan dengan pesta-pesta, muktamar-muktamar, organisasi-organisasi internasional, semua itu hanyalah OMONG KOSONG.

Jalan pemikiran ” Intidzhar” adalah sebuah jalan pemikiran perlawanan, karena seorang yang menanti terjadinya suatu peristiwa atau hadirnya seorang juru penyelamat, berarti ia telah muak menyaksikan keadaan dan situasi realitas hidupnya sekarang, tanpa itu maka ia tidak akan mengharapkan perubahan seorang yang rela dengan keadaan hidupnya. Seorang yang menanti suatu perubahan adalah seorang yang tidak menerima realitas hidupnya sekarang. Jadi ” Intidzhar ” mengandung di dalamnya sebuah ketidakrelaan atas situasi dimana dia hidup dan sebuah penentangan atas relitas yang ada.

Dalam mazhab yang lainpun ada yang meyakini hal yang sama, para kaum terpelajar baik para pemikir, seniman dan yang lainnyabanyak mengangkat semboyan persatuan Islam dan sangat fanatic sekali dengan persatuan Islam, kebanyakan dari mereka adalah kaum terpelajar yang memiliki pendidikan modern dan terbuka atas pemikiran-pemikiran baru. Jga mereka yang memilki pandangan yang luas, mereka enggan terpasung dalam fanatisme kelompok yang sempit.

Islam dalah sebuah hakekat yang satu tapi manusia memahaminya dengan beragam pemahaman sesuai dengan konsep dan latar belakang pemikirannya, manusia tidak dituntut harus memiliki pemahaman yang sama dalam memandang satu obyek.

Setiap orang berpikir menurut situasi dan kondisi pemikirannya masing-masing. Mereka memahami sebuah hakekat dengan pemahaman yang berbeda-beda, tapi hal itu tidak membatalkan apa yang saya atau anda yakini. Hakekat tetap satu, dan kita semua berada dalam kebenaran, namun hakekat tersebut terbentuk dalam logika saya sesuai dengan gambaran-gambaran dan latar belakang pemikiran tertentu yang ada dalam logika saya. Begitu pula dengan anda, hakekat memilki gambaran berbeda dalam logika anda sesuai dengan gambaran-gambaran dan latar belakang tertentu yang ada dalam logika anda. Kita semua meyakini “sesuatu” sesuai dengan derajat pemahaman dan kedalaman pemikiran dan jiwa kita masing-masing.

Silakan anda berpikir dengan bebas sesuai dengan bidang yang anda geluti, di manapun anda berada berpikirlah sesuai dengan kehendak anda dan jangan pernah merasa takut, tidak akan ada yang memerikasa keyakinan dan menuduh anda sebagai seorang kafir, anda telah memilki kebebasan untuk memilih bidang yang anda geluti, memilki kebebasan untuk menyimpulkan suatu hasil, dan anda juga bebas untuk mengungkapkan pendapat anda, walaupun pendapat itu mungkin berbeda dengan pendapat umum 9 inilah rahasia terciptanya sebuah peradaban dan semua kemajuan memilki kebebasan seperti ini ). Hancurnya abad pertengahan di Barat dikarenakan gereja selalu mendikte masyarakat dan mereka hanya melaksanakan apa yang dikatakan dan diputuskan gereja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s