KEUTAMAAN BERKATA BENAR

Wahai, Anakku ! Hedaklah engkau selalu berkata benar dalam setiap perkataan yang engkau ucapkan kepada orang lain, sebagaimana engkau sangat memperhatikan jiwa dan hartamu. Karena perbuatan dusta adalah sifat tercela yang paling buruk.

 

Wahai, Anakku ! Waspadalah agar jangan sampai engkau tersiar di antara teman-teman dan para gurumu sebagai pembohong, sehingga tidak ada orang yang mempercayai perkataanmu, sekalipun benar.

 

Wahai, Anakku ! Apabila engkau melakukan suatu perbuatan yang patut dihukum oleh guru, janganlah engkau berdusta kepadanya, jika dia menanyaimu.

 

Janganlah engkau berupaya menuduh salah seorang temanmu. Barangkali akan terbukti, bahwa engkau berdusta hingga engkau patut dihukum berlipat ganda, yaitu hukuman atas kesalahanmu dan hukuman atas kebohonganmu.

 

Tidaklah mungkin, bahwa hukuman ini menyelamatkanmu dari hukuman Tuhanmu yang mengetahui apa yang engkau sembunyikan di dalam dirimu.

 

Wahai, Anakku ! Sesungguhnya Allah Ta’ala telah melaknat para pendusta dalam Kitab-Nya yang mulia. Maka, apakah engkau rela dilaknat di sisi Allah, padahal engkau adalah pelajar ilmu agama (santri).

 

Wahai, Anakku ! Apabila engkau berdusta sekali dan selamat, karena tidak ada saksi yang melihatmu, maka jarang engkau selamat dalam kali yang lain, bila kebohonganmu tampak dengan kesaksian orang yang melihatmu.

 

Wahai, Anakku ! Apabila engkau tidak takut kepada orang lain ketika berdusta terhadap mereka, tidakkah engkau takut kepada Tuhanmu yang mengetahui khianat mata dan apa yang tersembunyi di dalam dada ?

 

Wahai, Anakku ! Apabila manusia berdusta sekali, lidahnya akan terbiasa berdusta.

 

Hampir dia tidak berkata benar dalam suatu pembicaraan atau suatu perkataan. Maka, hendaklah engkau berusaha berkata benar dalam perkataanmu dan jangan sampai engkau berdusta, walaupun berakibat kehilangan nyawamu.

 

Wahai, Anakku ! Inilah wasiatku bagimu. Jika engkau suka berkata benar, sebagaiman halnya para santri, maka berjanjilah kepadaku untuk tidak berdusta dalam suatu pembicaraan apapun. Dan katakanlah : Aku berjanji kepada Allah untuk tidak berdusta kepada seorangpun selama hidupku.

 

Hari-hari akan menunjukkan kepada kita, sejauh mana engkau menjaga janji yang telah engkau ikrarkan kepada Allah di hadapan guru dan teman-temanmu.

 

Wahai, Anakku ! Ada sebagian orang yang tidak berakhlak menjadikan dusta sebagai senda gurau. Jangan sampai engkau  berdusta kepada orang lain hingga ketika ditanya, engkau menjawab : Sesungguhnya aku bergurau. Maka, janganlah engkau berdusta, baik dalam keadaan sungguhan maupun bercanda. Janganlah membiasakan lidahmu untuk berbicara yang tidak benar. Ketahuilah, bahwa orang yang dikenal jujur daiantara kaum dan keluarga serta para saudaranya, perkataannya dijadikan hujaj tanpa bukti dan menjadi tempat keadilan di kalangan orang awam mwupun orang-orang terkemuka.

 

Jika engkau ingin dipercaya, maka berusahalah untuk selalu berkata benar dalam setiap apa yang engkau katakan.

 

Semoga Allah memberimu petunjuk dan membimbingmu ke jalan yang benar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s