KEUTAMAAN AMANAT

Wahai, Anakku ! Amanat (kejujuran) termasuk sifat luhur terbaik yang dimiliki manusia. Kebalikannya adalah khianat. Khianat adalah perbuatan rendah terburuk yang paling menjelekkan manusia dan menurunkan derajatnya.

 

Wahai, Anakku ! Amanat adalah perhiasan orang berbudi dan orang berilmu serta bersama sifat ash-shidq (selalu berkata benar) merupakan sifat-sifat para rasul ’alaihimush shalaatu was salaam.

 

Wahai, Anakku ! Jadilah engkau seorang yang jujur dan janganlah mengkhianati seseorang mengenai kehormatan maupun harta dan lainnya.

 

Apabila seorang temanmu mempercayaimu untuk menjaga hartanya, maka janganlah mengkhianatinya dan kembalikan harta itu kepadanya, begitu dia memintanya.

 

Bilamana dia mempercayaimu untuk menjaga rahasianya, maka janganlah mengkhianatinya dan jangan menyiarkannya kepada teman yang paling jujur dan paling engkau cintai sekalipun. Sesungguhnya engkau mempunyai teman-teman yang tinggal bersamamu dan mereka mempunyai barang-barang yang mereka tinggalkan di tempat tinggal mereka, karena mengandalkan amanatmu.

 

Maka, janganlah engkau ulurkan tanganmu untuk mengambilnya, di saat mereka tidak ada di tempat dan jangan biarkan seorangpun mendekatinya ketika engkau hadir, sedangkan mereka tidak ada.

 

Wahai, Anakku ! Berhati-hatilah agar engkau tidak dituduh khianat di antara teman-temanmu. Setiap kali mereka kehilangan sesuatu, mereka menuduhmu mencurinya, meskipun engkau tidak bersalah.

 

Wahai, Anakku ! Jadilah engkau seorang yang jujur dalam segala sesuatu mengenai sesuatu yang kecil maupun yang besar. Janganlah engkau berniat untuk khianat mengenai sesuatu yang besar atau remeh.

 

Maka, janganlah membuka tas temanmu maupun wadah barang-barangnya di saat dia tidak ada, hanya untuk sekedar mengetahui isinya, karena perbuatan itu termasuk khianat.

 

Janganlah engkau memata-matai temanmu, karena perbatan itu termasuk khianat.

 

Dan janganlah membaca surat atas nama orang lain, karena perbuatan itu termasuk khianat.

 

Wahai, Anakku ! Janganlah engkau bercanda dengan cara khianat. Maka, janganlah mengambil sesuatu milik temanmu secara diam-diam dengan maksud bercanda untuk mengembalikannya kepadanya bila dia mencarinya. Karena hal itu menyebabkan orang lain bersangka buruk kepadamu dan menuduhmu, padahal engkau tidak melakukannya.

 

Boleh jadi sebagian orang menjadi curiga, bahwa engkau adalah seorang yang bermasalah. Adalah sulit sekali bagimu menghilangkan sangkaan ini dari hati mereka.

 

Wahai, Anakku ! janganlah engkau mengkhianati dirimu dan janganlah mengkhianati orang lain. Termasuk pengkhiatanmu terhadap dirimu adalah bila guru menanyaimu untuk mengujimu, lalu engkau melihat dalam kitab secara sembunyi, kemudaian engkau menjawabnya seakan-akan engkau mengetahui apa yang ditanyakan kepadamu.

 

Termasuk pengkhianatanmu terhadap dirimu adalah apabila engkau duduk di tempat ujian. Ketika tidak mampu menjawab, engkau melihat secara diam-diam lembaran soal temanmu, lalu mencontoh dari situ atau engkau menanyainya secara berbisik, supaya dia menjawabmu.

 

Wahai, Anakku ! Ini adalah pengkhianatan dan kebodohan sekaligus dan kecurangan pula. Meskipun engkau tidak tahu, janganlah kiranya engkau berkhianat maupun bersikap curang. Wahai, Anakku, hindarilah perbuatan seperti ini dan bergiatlah dalam menekuni pelajaranmu, supaya engkau belajar ilmu dan selamat dari pengkhianatan dan kecurangan.

 

Semoga Allah memberimu petunjuk dan membimbingmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s