HIDUP SEDERHANA

Ini adalah konsep lama yang sudah dipakai orang-orang yang telah terlebih dahulu diberkahi pemikiran dasar hidup berkualitas. Hidup sederhana yang disengaja. Setiap orang mengalami proses pengembangan pemikiran, ada yang cepat ada yang lambat, ada yang mudah ada yang sulit.

Hidup sederhana adalah pola hidup yang berorientasi terhadap yang secukupnya, seperlunya. Tidak harus hidup miskin lho ! Mobil untuk orang yang memang membutuhkan, tidak bisa lalu dianggap bermewah-mewahan. Harta hanya titipan Allah, kecintaan manusia akan harta kekayaan dapat dilihat dari reaksinya apabila hak kepemilikan atas hartanya itu dicabut oleh Allah, ada yang ikhlas, ada yang sedih bahkan sampai menangis tersedu-sedu. Jangan terlalu mencintai apa yang kita miliki, sehingga pada saat kita kehilangan akan membuat kita terlalu sedih dan tidak mau menerima keadaan.

Jangan menganggap kemudahan atau kelebihan rezeki itu pasti tanda keberkahan Allah atas hidupnya di dunia. Jangan menganggap kesulitan yang kita alami itu pasti tanda bahwa Allah tidak memberkahi kita. Itu semua hanyalah ujian bagi kita, kesabaran pada saat berlimpah kekayaan lebih sulit dibandingkan kesabaran dalam kekurangan.

Tahukah anda perbedaan antara harta dan ilmu ?

1. Harta mengharuskan pemiliknya repot menjaganya, sedang ilmu sebaliknya akan menjaga pemiliknya.

2. Harta akan habis jika diberikan kepada orang lain, sedangkan ilmu akan semakin bertambah jika diajarkan kepada orang lain.

3. Orang banyak harta cenderung lebih banyak musuhnya, orang banyak ilmu banyak kawannya

Manusia yang dikarunia berkah pemikiran yang mendalam, ujung-ujungnya setelah puas mengumpulkan harta akan merasakan bahwa ada hak orang lain atas harta yang telah dititipkan Allah kepadanya.Fungsi zakat di dalam Islam untuk menjaga keseimbangan fisik dan rohani antara orang yang diberi kelebihan dengan orang yang kekurangan. Pada tahapan tertentu, orang yang telah mencapai puncak kepemilikan atas harta akan cenderung ingin melepaskannya, dia akan merasa sangat bahagia apabila ternyata hidupnya bisa bermanfaat bagi orang lain. Alfred Nobel, Forest Gump ( film), Bill gates (mungkin), memberikan harta kekayaannya melalui yayasan yang didirikannya untuk kepentingan umum, apapun alasan mereka, itu sudah banyak membantu dan merupakan prestasi luar biasa, tidak sama dengan prestasi karena pandainya seseorang, nilai serba A, juara I, bisa mengalahkan lawan, pemegang rekor dunia, dan lain-lain yang masih jelas adanya unsur persaingan, ambisi, egoisme. Tetapi satu hal saya tambahkan, terkadang perlu kita menunjukkan kebaikan kita sebagai contoh untuk orang lain agar mengikuti, bersaing dalam kebaikan apa salahnya?

Bukanlah suatu prestasi apabila proses pencapaiannya melulu ditentukan modal materi yang dimilikinya!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s