HAK-HAK PARA SAUDARA (TEMAN)

Wahai, Anakku! Engakau telah menjadi pelajar dengan belajar ilmu yang mulia serta mempunyai teman-teman sekolah. Mereka adalah saudara-saudara dan teman-temanmu. Maka janganlah engkau mengganggu seseorang dari mereka atau memperlakukannya dengan buruk.

 

Wahai, Anakku! Jika engkau duduk untuk belajar, janganlah mendesak temanmu dan lapangkan tempat baginya hingga dia bisa duduk. Karena mendesak teman-teman di majelis-majelis mereka menimbulkan kejengkelan dan menyebabkan dendam serta membangkitkan kejahatan.

 

Allah Ta’ala berfirman,” Hai, orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu,”Berlapang-lapanglah dalam majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan,” Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Mujadilah : 11)

 

Wahai, Anakku! Apabila seorang temanmu mengalami kesulitan dalam suatu masalah pelajarannya dan meminta dari guru untuk menjelaskannya, maka dengarkanlah jawaban yang disampaikan gurumu. Barangkali engkau mendapat faedah dari pengulangan itu yang belum pernah engkau ketahui.

 

Hindarilah, kemudian hindarilah berbicara dengan perkataan yang menunjukkan penghinaannya atau tampak pada mukamu sesuatu yang menimbulkan kesan meremehkan pikiran-pikirannya.

 

Wahai, Anakku ! Dikatakan kepada Imam Abu Hanifah ra : Apakah yang menyampaikan anda ke tingkat ilmu yang demikian ini? Beliau menjawab : Aku tidak kikir untuk memberi faedah dan tidak segan untuk mengambil faedah.

 

Wahai, Anakku! Janganlah mempersempit jalan ilmu terhadap teman-temanmu, bila mereka meminta dari guru mereka untuk menjelaskan suatu masalah yang tidak mereka ketahui dengan sebenarnya. Dengarkanlah bersama mereka apa yang dikatakan guru, jika engkau menginginkan kebaikan bagi dirimu.

 

Wahai, Anakku! Sesungguhnya di antara saudara-saudaramu itu ada yang tinggak dan tidur bersamamu. Maka, berusahalah dengan keras untuk menjaga ketenangan saudara-saudaramu di tempat tinggal mereka.

 

Apabila waktu tidur tiba, janganlah engkau mengejutkan mereka dengan membaca dan berdiskusi. Usahakanlah ketenangan bagi mereka, sebagaimana engkau mengusahakan ketenangan bagi dirimu.

 

Apabila fajar terbit dan engkau bangun untuk menunaikan salat fardu, maka bangunkanlah saudara-saudaramu dengan lemah lembut dan peliharalah salat dalam jamaah. Karena salat jamaah lebih utama daripada salat sendirian.

 

Wahai, Anakku ! Apabila seorang saudaramu meminta tolong kepadamu untuk melakukan suatu pekerjaan yang tidak dapat dikerjakannya sendirian, maka janganlah kikir untuk membantunya. Janganlah engkau tunjukkan bahwa engkau bejasa kepadanya dengan pertolongan ini.

 

Rasulullah saw bersabda,” Orang mukmin terhadap orang mukmin lainnya, seperti bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian lainnya.’

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s