WASIAT AGAR BERTAKWA KEPADA ALLAH YANG MAHA AGUNG

Wahai, Anakku ! Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui apa yang engkau sembunyikan di dalam dadamu dan engkau nyatakan dengan lisanmu serta mengetahui semua amalmu.

 

Maka, takutlah kepada Allah, wahai, Anakku ! Waspadalah, agar jangan sampai Allah melihatmu dalam keadaan yang tidak dirihai-Nya. Waspadalah, agar Tuhanmu tidak marah kepadamu, karena Dialah yang menciptakanmu, memberimu rezeki dan akal yang engkau gunakan untuk bertindak dalam berbagai urusanmu.

 

Bagaimana keadaanmu ketika ayahmu melihat di saat engkau melakukan perbuatan yang dia telah melarangmu ?

 

Tidakkah engkau takut, dia menghukummu dengan keras ?

Maka, hendaklah keadaanmu terhadap Allah demikian pula, karena Dia elihatmu, sedangkan engkau tidak bisa melihat-Nya. Maka, janganlah engkau melanggar perintah-Nya dan jangan ulurkan tanganmu pada sesuatu yang engkau dilarang-Nya.

 

Wahai, Anakku ! Sesungguhnya Tuhanmu sangat keras siksaan dan hukuman-Nya. Maka, waspadalah, wahai, Anakku, dan takutlah pada amarah dan murka-Nya. Janganlah engkau terkecoh oleh sifat-Nya yang pemaaf, karena Allah memberi penangguhan kepada orang yang zalim hingga ketika Dia menghukumnya, maka Dia tidak membiarkannya lolos.

 

Wahai, Anakku ! Sesungguhnya dalam ketaatan kepada Allah terdapat kenikmatan dan ketenangan yang tidak diketahui, kecuali dengan percobaan.

Maka, wahai, Anakku ! Pergunakanlah ketaatan kepada Tuhanmu sebaga percobaan beberapa hari, supaya kamu rasakan kenikmatan dan ketenangan ini serta mengetahui keikhlasanku bagimu dalam nasehat ini.

 

Wahai, Anakku ! Sesungguhnya engkau akan merasa berat dalam usahamu menaati Allah pertama kalinya. Maka, tahanlah rasa berat ini dan sabarlah atas keadaan ini hingga engkau terbiasa melakukan ketaatan.

 

Wahai, Anakku ! Lihatlah kepada dirimu ketika engkau belajar membaca dan menulis di sekolah dan disuruh menghafal Al-Quranul Karim di luar kepala. Ketika itu engkau tidak menyukai seklah dan pengajar seta ingin berada dalam keadaan bebas.

 

Sekarang engkau telah mencapai tingkatan di mana engkau mengetahui faedah kesabaran ketika belajar di sekolah dan mengetahui bahwa pengajarmu dulu berupaya untuk kepentinganmu.

 

Wahai, Anakku ! Dengarlah nasehatku dan sabarlah untuk menaati Allah, sebagaimana engkau sabar ketika belajar di sekolah. Engkau akan mengetahui faedah dari nasehat ini dan akan tampak jelas bila inayah Ilahiyah membantumu untuk mengamalkan nasehat gurumu.

 

Wahai, Anakku, janganlah engkau mengira bahwa ketakwaan kepada Allah adalah shalat, puasa dan ibadah-ibadah semacam itu saja

 

Sesungguhnya ketakwaan kepada Allah masuk dalam segala sesuatu. Maka, takutlah kepada Allah mengenai ibadah kepada Tuhanmu dan jangan lalai dalam menunaikannya.

 

Takutlah kepada Allah mengenai saudara-saudaramu. Janganlah engkau mengganggu seseorang dari mereka. Takutlah engkau mengenai negerimu. Janganlah engkau mengkhianatinya dan jangan biarkan musuh menguasainya.

 

Takutlah kepada Allah mengenai dirimu. Janganlah engkau mengabaikan kesehatanmu dan janganlah mengamalkan selain budi pekerti yang kuhur.

 

Wahai, Anakku, Rasulullah saw bersabda,” Takutlah kepada Allah di manapun engkau berada dan lakukanlah perbuatan baik setelah perbuatan buruk, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus dosanya. Dan pergaulilah orang-orang dengan akhlak yang baik”.

 

The Great Allah
The Great Allah

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s