THE WORLDS FINAL DESTINATION ( HUSNUL KHATIMAH)

Pernah dengar atau tahu Teori Maslow ?

Itu lho, mas yang suka jualan obat sambil koar-koar di jalan kayak politikus jualan program biar dipilih masyarakat yang katanya mau jadi wakil rakyat !! Yang orangnya pendek, perutnya buncit, makanya dipanggil Mas Low ….

Tahapan kebutuhan manusia pada teori Maslow harus diakui kebenarannya, sangatlah benar apabila proses manusia dalam menjalani kehidupan di dunia tentu diawali dari keinginannya untuk memenuhi terlebih dahulu kebutuhan pokok dan pribadinya. Kebutuhan dasar akan pangan, sandang dan papan mutlak diperlukan manusia untuk menjaga eksistensinya di dunia. Kebutuhan ini bersifat individualistik, egois demi kepentingan dirinya sendiri pada awalnya, dan demi kepentingan keluarga pada tahap selanjutnya. Orang yang masih berkutat pada tahap ini belum sempat memikirkan orang lain, dia masih fokus pada kesibukannya supaya bisa tetap survive.

Terpenuhinya kebutuhan pokok mulai membuat seseorang mulai memikirkan jaminan keamanan bagi dirinya, keluarganya, harta bendanya. Hal ini membuat orang menjadi protektif terhadap hak miliknya, rumahnya, mobilnya, perkakas-perkakas yang dia miliki, sandal jepitnya saat sholat jamaah di masjid samping rumah wakil Pak Lurah, buah mangga yang mulai masak di halaman rumahnya, dan lain-lain. Kadar seberapa protektifnya seseorang atas kepemilikan harta bendanya bisa terbaca pada cara dia melindungi dirinya akan rasa tidak aman. Bisa dengan melibatkan Tuhan sebagai pemilik mutlak apa yang dia miliki, bisa tidak. Orang yang menyadari bahwasanya apa-apa yang dimilikinya merupakan titipan Tuhan cenderung bisa menerima akan datangnya musibah kepada dirinya, kehilangan orang tua, saudara, anak, kawan, hewan peliharaan, mobil atau motor yang dicuri orang. Yang berhubungan dengan maut maupun materi dia akan menyebut kata ” Innalillahi wa Innailaihi roji’un”, segala sesuatu yang berasal dari Allah akan kembali juga kepada Allah. Sehingga dia bisa berlegawa dengan kata “belum rezeki saya”.

Upaya menciptakan rasa aman pada diri manusia dilakukan dengan cara yang terkadang aneh. Untuk melindungi rumahnya dia membuat pagar yang tinggi dan bahkan mungkin diberi pecahan beling, dialiri listrik, dberi kawat berduri dan lain sebagainya yang sangat membahayakan orang lain dan bahkan mungkin anaknya sendiri. Pemilik rumah tidak bisa melihat bebas keluar dan sebaliknya orang lain di luar yang merupakan bagian kehidupan bersosialnyapun tidak bisa melihat ke dalam, segan bertamu, segan meminta sedekah. Aneh memang ! Hidup mewah tidak ada bedanya lagi seperti hidup di dalam penjara.

Setelah kebutuhan-kebutuhan dasar individualistik tercapai maka manusia cenderung mulai beranjak kepada tahap sosial. Entah itu karena kebutuhannya pribadi karena egoisme sendiri maupun karena memang telah mencapai tahap yang lebih tinggi, yaitu tahapan ingin bermanfaat bagi orang lain. Yang jelas, sifat keakuan mulai ditampakkannya. Kalau pada diri seorang wanita, prioritas lebih banyak pada appearance/ penampilan agar dinilai oleh orang lain disamping sisi performance/ prestasi. Tapi pada diri seorang pria, prioritas lebih kepada sisi performance/ prestasi dahulu sebelum appearance/ penampilan. Teori ini tidak mutlak, berdasar kepada tingkat kebutuhan/ karakteristik orang per orang.

Mereka kemudian mulai membutuhkan suatu komunitas dimana mereka merasa dibutuhkan orang lain, bisa dalam bentuk organisasi, kegiatan sosial maupun pada kehidupan bermasyarakat yang mereka jalani sehari-hari untuk memperoleh pengakuan eksistensinya oleh orang lain. Di sini sifat kepemimpinan/ leadership mulai kelihatan. Mana yang bisa memimpin orang lain, dan mana yang harus dipimpin oleh orang lain.

Pada tahap puncaknya, orang sudah tidak memikirkan perhitungan untung rugi, asal keinginan, ambisi, idealisme sudah terpenuhi, mereka cenderung lebih memilih dirugikan daripada merugikan orang lain, mereka lebih cenderung memilih ditipu daripada menipu orang lain dan untuk pribadi yang dengan proses belajar yang tiada henti akan cenderung fokus pada masalah hubungannya dengan Tuhannya sesuai dengan keyakinan, idiologi masing-masing. Tidak peduli apa kata orang lain, asal menurut dia sesuai dengan perintah Tuhannnya atau keyakinannya dia akan melakukan apa kata hatinya tanpa disertai rasa takut akan resiko yang dia terima berkaitan dengan hubungan sebab akibat di dunia. Fenomena yang terlihat sekarang dengan banyaknya bermunculan nabi palsu yang seolah- olah memperoleh wahyu atau bisikan dari Tuhan. Tapi semua itu adalah proses, mereka dapat saja dibenarkan atau disalahkan orang lain, itu terserah orang lain juga. Yang jadi masalah adalah jika mereka menganggap apa yang mereka yakini benar dan memaksa orang lain untuk mempercayai apa yang mereka percayai. Saya pikir, itu semua sekali lagi hanyalah proses, mereka berusaha mencari tahu semua hal yang masih ingin mereka buktikan, bisa jadi mereka akan sadar akan batasan pemikiran mereka, bisa jadi mereka akan tersesat terus menunggu samapai akhir ajalnya.

Tapi apa jadinya kalau tahap-tahap awal kebutuhan manusia belum terpenuhi, seseorang sudah fokus ke tahap puncaknya ?? Ingin bermanfaat bagi orang lain sedangkan bagi dirinya sendiri belum bermanfaat ??.

Teori Maslow pada gambaran yang saya ketahui hanya sampai di sini saja, padahal ada satu hal lagi yang mungkin ingin dialami oleh setiap manusia setelah masa berakhirnya waktu hidupnya di dunia, dan satu hal itu adalah Khusnul khatimah, mati dengan cara yang indah dan baik.

Mati dengan cara yang indah tidak lalu mati dalam usia uzur, mati “wajar” menurut persepsi kebanyakan orang, mati di tempat tidur maupun cara mati lainnya yang lumrah menurut manusia.

Mati dengan cara yang baik bukan berarti mati dalam keadaan raga yang utuh. Mati dengan cara yang baik bisa saja dengan cara diracun karena pengaruh baiknya untuk orang lain yang bisa membahayakan kedudukan penguasa bodoh dan zalim, mati dipancung, mati ditembak, mati ditembus anak panah atau pedang, mati ditebas pedang, terkena serpihan granat yang meledak, ledakan bom, rudal, radiasi dan ledakan nuklir ataupun mati terkena lemparan batu dan dipukul dengan tongkat pada perang dunia ke 3 nanti ?? dan lain- lain. ( Perlu diketahui bahwasanya senjata yang digunakan pada Perang Dunia Ke-3 nanti adalah tongkat dan batu….tongkat kayu dan batu jadi tanaman…diana…diana… kekasih…ku, bilang pada orang tuamu… Jadi Koes Plus sih ??).

Mati dalam keadaan fisik, raga, tubuh rusak dalam usahanya untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, untuk membela satu, dua, tiga, sekelompok, banyak orang lain itu sangatlah indah sekali. Ditusuk mati preman penodong seorang ibu atau nenek yang kita bela di dalam bis umum, dihajar mati sekelompok orang yang akan memperkosa seorang gadis yang kita cegah, ditembak mati alat atau aparat negara karena kepentingan kekuasaan, dibunuh untuk menjaga rahasia kebenaran yang akan membahayakan kelangsungan berkuasanya penguasa dzalim. Indah…sangat indah.

Perbuatan baik sekecil, sesepele apapun, kalau dilakukan dengan ikhlas, bisa menjadi kartu pass melewati saat hisab, perhitungan kontribusi berat ringan pahala dan dosa manusia ketika hidup di dunia. Jadi mulailah berbuat baik lalu lupakan, biasakanlah berbuat baik sehingga tiap kali kita melakukan menjadi tidak terpikir sama sekali sedang berbuat baik, tanpa mengharap pahala, tanpa mengharap imbalan. InsyaAllah salah satu perbuatan, peristiwa pada masa kehidupan kita di dunia akan menjadi jalan kita menikmati indahnya bertemu Yang Kuasa.

Kapan manusia berdosa? Manusia berdosa jika merasa telah berbuat baik.

Orang hina seperti saya sekarang ini sih memang nggak pantas menikmati indahnya bertemu Allah di akhirat kelak, tapi apa salahnya saya selalu berubah berusaha menggapainya ??

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s