HAK-HAK KEDUA ORANG TUA

Wahai, Anakku, berapa pun engkau bersusah payah dalam melayani ayah dan ibumu, namun hak-hak keduanya padamu berlipat-lipat kali lebih banyak daripada itu.

 

Allah Ta’ala berfirman,”Sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ’ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah,”Wahai, Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua mendidik aku di waktu kecil.” ( QS. Al-Israa’ : 23-24 )

 

Wahai, Anakku, lihatlah kepada anak kecil dan kesayangan ayah ibunya kepadanya serta perhatian keduanya terhadap kesehatan, makanan, minuman dan kesenangannya di waktu malam dan siangnya, sehat dan sakitnya.

 

Engkau bisa mengetahui bagaimana ayah dan ibumu mendidikmu dengan susah payah hingga engkau mencapai tingkat dewasa.

 

Wahai, Anakku, sesungguhnya engkau di dalam saat ini ketika Allah memberiku kesempatan untuk membimbingmu, selalu bergelimang dalam kenikmatan yang diberikan ayahmu berupa nafkah sesuai dengan kemampuannya dan tidak kikir kepadamu. Kalau bukan karena ayah ibumu, niscaya engkau tidak bisa duduk di majelis ini, di antara para santri.

 

Wahai, Anakku ! Setiap manusia ingin memiliki derajat yang tinggi dan kedudukan yang agung, dicintai Allah dan orang banyak.

 

Dia bercita-cita kedudukannya akan mengungguli setiap kedudukan. Akan tetapi ayah ingin anaknya lebih tinggi derajatnya daripada dia dan lebih besar kedudukannya serta lebih mulia daripada dia.

 

Kalau begitu, dengan apa engkau wajib memperlakukan orang yang mendahulukanmu di atas dirinya dan berharap bagimu lebih banyak daripada yang dia harapkan untuk dirinya?

 

Wahai, Anakku ! Hendaklah engkau sangat berhati-hati untuk tidak membuat ayah atau ibumu marah. Sesungguhnya kemarahan Allah berkaitan dengan kemarahan kedua orangtuanya. Dan siapa yang Allah marah kepadanya, dia pun telah merugi di dunia dan akhirat.

 

Wahai, Anakku! Taatilah ayah dan ibumu dan janganlah menentang keduanya, kecuali jika menyuruhmu mendurhakai Tuhanmu. Karena tidak boleh taat kepada makhluk dengan mendurhakai Al-Khaliq.

Allah Ta’ala berfirman :

” Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.”

 

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukannya dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKulah kembalimu. Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman : 14-15)

 

Wahai, Anakku! Sesungguhnya orang yang paling banyak mencintaimu adalah ayahmu yang mendidikmu di waktu kecil dan menempuh jalan yang lurus ketika mengajarimu hingga engakau menjadi pelajar ilmu agama.

 

Maka, bersungguh-sungguhlah untuk menerima nasihatnya. Dia lebih tahu daripada engkau tentang apa yang menimpamu dan apa yang berguna bagimu serta apa yang membahayakanmu.

Sedangkan Allah yang memberimu petunjuk, bimbingan dan kebaikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s