GENERASI GHURABA

GENERASI GHURABA

Mengapa Islam menjadi asing dan bagaimana keluar dari keterasingan

DR. Salman Al-Audah

Jazera

” Agama Islam datang dalam keadaan terasing, dan kelak ia akan kembali dianggap asing sebagaimana awal mula dulu. Maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing.”

” Agama Islam senantiasa akan tetap jaya hingga pergantian dua belas khalifah, mereka semua berasal dari suku Quraisy.”

3 Dimensi makna orang asing ( Ibnu Batthal )

1. Menyerupakan seorang mukmin dengan orang asing adalah ; karena ia sangat sedikit berinteraksi dengan orang lain. Ia merasa asing dan merasa kurang nyaman berada di tengah-tengah mereka.

2. Orang asing berarti orang yang bertekad kembali ke negeri asalnya dan hatinya belum tertambat dengan sesuatu apapun di negeri pengasingannya, karena ia senantiasa tertambat dengan kampung asal tempat ia akan kembali.

3. Orang asing terhindar dari dari berbagai celaan yang bersumber dari interaksi dan pergaulan dengan masyarakat luas yang lalai pada sang pencipta. Rasa dengki, kebencian, kemunafikan dan permusuhan relatif sedikit dari orang asing itu. Ia sangat jarang menghinakan harga diri orang lain dan berbuat fitnah di tengah-tengah mereka.

Islam bermula datang dalam keadaan asing dan kelak akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka Thuba (beruntunglah) orang-orang yang terasing.

” Mereka adalah orang-orang yang senantiasa saleh dalam komunitas masyarakat yang rusak. Orang yang mendurhakai mereka jauh lebih banyak daripada orang yang menaati mereka.”

” Dia laksana musafir bersama beberapa sahabat karib yang meniti perjalanan sangat jauh dan banyak rintangan. Setiap kali fase perjalanan terlewati, sebagian dari mereka tertinggal dan terputus di jalan. Pada akhirnya, sedikit saja yang senantiasa ikut bersamanya dalam mengarungi perjalanan.”

” Jika mereka dihitung, jumlahnya sedikit saja. Bahkan lebih sedikit daripada yang sedikit.”

” Mereka lebih merasakan derita, kepedihan, serta dashyatnya keterasingan jiwa, manakala penentang yang berseberangan dan tidak menyetujui pendapatnya adalah saudara-saudara mereka yang seagama.”

” Akan senantiasa ada golongan pada umat ini yang senantiasa berjuang dan dimenangkan oleh Allah, mereka tidak mengambil peduli dengan orang-orang yang menghinakan dan berseberangan dengan keputusan mereka sampai ketentuan Allah datang. Mereka tetap berpegang teguh dengan Islam di tengah-tengah komunitas masyarakat.”

Kaum beriman ditakdirkan lebih sedikit dibanding orang-orang kafir, hal ini telah ditetapkan oleh syariat sebagai kondisi Ghurbah. Maka, seorang muslim harus melihat kenyataan ini obyektif dan bertindak secara seimbang. Ia tidak boleh terlalu berambisi untuk mensucikan dunia dari kekafiran dan syirik. Tetapi juga tidak boleh menjadikan realitas ini sebagai alasan untuk berhenti dan berdiam diri dari dakwah dan jihad, karena mereka adalah Al Ghuraba.

Zaid bin Amr bin Nufail

” Aku berlindung seperti halnya Ibrahim AS berlindung sambil menghadap kiblat dalam keadaan berdiri.”

” Aku datang membawa diriku dengan penuh kehinaan dan kerendahan, meskipun akan membawa penderitaan, saya akan tetap menanggung dengan susah payah.”

” Ya Allah, selamatkanlah Al- Walid bin Al- Walid, Salamah bin Hisyam, Iyasy bin Abi Rabi’ah, serta seluruh kaum mukmin yang lemah dan tertindas !”

” Ya Allah, tambahkanlah himpitanMu terhadap orang-orang yang membahayakan dan merugikan kaum mukmin, dan jadikanlah himpitanMu pada mereka secara terus menerus seperti masa-masa penekanan yang dilakukan oleh Yusuf .”

Ghurbah : Dalam syair Arab

Orang asing adalah orang yang memiliki ketundukan seperti ketundukan seorang pendosa.

Ataupun cenderung pasrah, layaknya seorang yang memiliki utang dan kehinaan.

Ketika satu abad yang di dalamnya banyak peran yang anda lakoni berlalu

Kemudian akan memasuki abad selanjutnya, maka peran yang anda lakoni akan menjadi asing.

Zuhai bin Abi Salma mendendangkan syair dalam memuji seorang dermawan :

Jika paceklik mencekik orang-orang

Dan para hartawan pada saat itu tetap memiliki makanan

Kulihat fakir miskin berkerumun di sekitar rumah mereka

Kami tetap mendatangi mereka sehingga musim panen tiba

Jika ( fakir miskin ) meminjam uang, mereka pinjamkan

Jika diminta mereka memberi, dan jika dipermudah mereka membalas lebih

Pada harta orang-orang kaya mereka ada hak fakir miskin

Dan bagi yang kekurangan akan mendapatkan kemudahan dan pemberian

Semua itu bukan kebaikan yang mereka ada-adakan

Namun, tradisi yang mereka wariskan dari para leluhur

” Saya ridha dalam cintaMu, meski hari-hari sangat sulit, jikalau aral menghadang selama ini membuatMu ridha, maka semua ini laksana pukulan saja. Akhirnya, kesudahan yang baik menjadi milik mereka di dunia dan juga di akhirat.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s