ADAB-ADAB OLAHRAGA DAN BERJALAN DI JALAN

Wahai, Anakku ! sesungguhnya engkau di waktu senggangmu memerlukan olahraga, supaya badanmu giat untuk mempelajari pelajaran-pelajaranmu.

 

Apabila engkau keluar untuk berolahraga, pergilah ke tempat-tempat yang baik hawanya. Hendaklah engkau bersikap tenang. Jangan berjalan cepat dan bergurau dengan seseorang di jalanmu dan jangan tertawa, kecuali sekedar tersenyum.

 

Wahai, Anakku ! Apabila engkau keluar untuk berolahraga atau keperluan lain bersama teman-temanmu, janganlah kalian menghalangi orang yang lewat di jalan.

 

Dan janganlah kalian berbaris di jalan umum. Bilamana jalannya luas, maka berjalanlah dua-dua. Kalau tidak, maka berjalanlah satu-satu.

 

Wahai, Anakku ! Sesungguhnya jalan umum bukanlah milik seseorang. Akan tetapi, setiap orang yang lewat memiliki hak di situ. Maka, janganlah berdesak-desakan di jalan, karena hal itu menjelekkan citra pelajar (santri) dan menghilangkan penghormatan orang-orang kepada mereka.

 

Wahai, Anakku ! Apabila engkau melihat keributan di jalanmu atau perkelahian massal, maka janganlah mempedulikan atau mendekati mereka. Barangkali hal itu bisa menyebabkan engkau dihina atau dituduh dengan suatu perbuatan, padahal engkau bersih darinya.

 

Wahai, Anakku ! Apabila seseorang mengganggumu di jalan, maka janganlah membalas gangguan itu dengan yang setimpal. Maafkanlah orang yang berbuat jahat kepadamu, niscaya Allah mengangkat derajatmu.

 

Allah Ta’ala berfirman, ”Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah”. (QS.asy-Syura : 40)

 

Dengan akhlak yang baik inilah Allah mendidik kita dalam Kitab-Nya yang mulia.

 

Wahai, Anakku ! Apabila engkau keluar dari masjid atau rumah untuk membeli sesuatu makanan, minuman, pakaian atau semacam itu yang engkau butuhkan, maka janganlah engkau bertengkar dengan orang-orang bodoh dan janganlah engkau dengarkan perkataan-perkataan mereka yang kotor.

 

Menjauhlah dari orang-orang ini sekuat tenagamu. Janganlah engkau bertengkar dengan penjual dalam menentukan harga. Jika harganya cocok denganmu, belilah. Kalau tidak, maka pergilah secara baik.

 

Janganlah engkau menghubungi penjual hanya dengan tujuan menawar saja tanpa membeli, karena hal itu akan menyebabkan mereka mencaci maki atau mengejekmu.

 

Wahai, Anakku ! Janganlah engkau mengeraskan suaramu ketika berbicara dengan seseorang, kecuali sekedar yang bisa didengarnya.

 

Hendaklah engkau berkata lembut dan berbicara dengan baik. Hindarilah berbicara dengan seseorang dengan perkataan yang mengurangi derajatmu pada orang itu, walaupun dia sebaya umurnya dan sama kedudukannya denganmu.

 

Apabila seseorang berbicara kepadamu, maka dengarkanlah perkataannya dengan baik dan jangan bersikap keras dan kasar. Pergaulilah orang-orang dengan akhlak yang baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s