ADAB-ADAB MAJELIS DAN CERAMAH

Wahai, Anakku ! Apabila engkau melewati sekelompok orang, maka ucapkan salam kepada mereka dengan perkataan yang sudah dikenal dan disebutkan dalam Sunah Nabawiyah, yaitu perkataanmu; Assalaamu’alaikum.

 

Janganlah mengganti bentuk penghormatan ini dengan bentuk-bentuk lain yang baru dan jangan memasuki majelis sekumpulan orang, kecuali setelah meminta ijin. Barangkali mereka sedang merundingkan suatu perkara yang mereka tidak suka orang lain ikut serta di dalamnya.  Hindarilah sedapat mungkin untuk menjadi tamu yang tidak diundang. Karena tamu yang tidak diundang tidaklah disukai oleh orang banyak, meskipun dia seorang yang paling alim di masanya.

 

Wahai, Anakku ! Lihatlah kepada dirimu. Bilamana engkau di rumahmu sedang melakukan suatu pekerjaan misalnya dan engkau tidak suka orang lain mengetahuinya. Tiba-tiba datang seseorang, lalu masuk kepadamu. Bukankah engkau merasakan keberatan danberharap dia segera pergi? Demikian pula keadaanmu bila engkau mendatangi sekelompok orang tanpa minta ijin dan tidak pula disukai keberadaanmu oleh mereka.

 

Wahai, Anakku ! Apabila engkau diundang untuk duduk bersama sejumlah orang, sedangkan engkau yang paling muda usianya di antara mereka, maka janganlah duduk hingga orang-orang mengijinkanmu duduk. Dan ketika duduk, janganlah engkau mendesak teman dudukmu dan jangan memaksa duduk hingga dia tinggalkan tempat duduknya karena engkau.

 

Janganlah engkau maju ke suatu tempat yang tinggi bilamana dalam majelis itu ada orang yang lebih berhak duduk di situ daripada engkau.

 

Bilamana engkau duduk di suatu tempat, kemudian datang orang yang lebih pantas duduk di situ daripada engkau, maka tinggalkanlah tempat itu baginya, sebelum engkau disuruh menyingkir dari situ niscaya engkau semakin terhormat dalam pandangan teman-teman dudukmu.

 

Wahai, Anakku ! Apabila engkau dduk bersama sejumlah orang maka jangan ikut bicara bersama mereka, hingga mereka menyuruhmu masuk.

 

Janganlah berbicara bila diantara orang-orang itu ada yang lebih pantas darimu untuk bicara. Ketika berbicara, janganlah engkau mengucapkan selain kebenaran dan jangan terlalu banyak bicara, kecuali sekedar untuk mengemukakan hujah.

 

Janganlah engkau mendebat teman-teman dudukmu, kecuali dengan sopan dan menjaga dari tergelincirnya lidah.

 

Janganlah engkau tertawa terbahak-bahak di majelis-majelis, karena perbuatan itu termasuk akhlak orang-orang yang rendah dan tidak bermoral.

 

Kurangilah bercanda sedapat mungkin, karena banyak canda dapat menghilangkan penghormatan dan boleh jadi menjengkelkan hati sebagian orang terhadapmu.

 

Wahai, Anakku ! Janganlah bergaul, kecuali dengan orang-orang yang mempunyai harga diri dan terhormat serta baik budi pekertinya. Janganlah engkau bergaul dengan orang-orang bodoh dan jangan duduk dengan orang-orang fasik dan durjana.

 

Hindarilah pergaulan dengan orang jahat, licik dan munafik. Karena akhlak yang buruk akan menjalar pada teman-teman duduk, seperti api yang menjalar pada kayu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s