ADAB-ADAB IBADAH DAN MASJID

Wahai, Anakku ! Janganlah engkau lalai dalam beribadah kepada Tuhanmu, karena Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia :

” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Maha pemberi rezeki, Yang Mempunyai Kekuatan lagi sangat Kukuh.” ( QS. Adz-Dzariyat : 56-58 )

 

Wahai, Anakku ! Berusahalah sekuat tenaga untuk menenunaikan shalat fardu pada waktunya bersama jamaah. Bilamana waktunya sudah dekat, segeralah engkau berwudhu dan jangan mendesak seseorang di jalanmu. Janganlah berlebih-lebihan dalam menggunakan air.

 

Apabila waktunya sudah masuk dan mu’azin menyerukan azan, maka menghadaplah ke kiblat dan shalatlah sunnah qabliyah.

 

Duduklah dengan tenang dan wibawa, hingga diserukan iqamah. Maka, shalatlah bersama jamaah dengan khusyuk dan tunduk. Ketahuilah, bahwa engkau di dalam shalat bermunajat kepada Tuhanmu, sementara engkau berdiri di hadapan-Nya.

 

Janganlah engkau menuruti bisikan-bisikan setan. Janganlah pura-pura tertawa di hadapan tuhanmu dan janganlah menyibukkan hati dengan selain munajat kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

 

Wahai, Anakku ! Jika engkau selesai menunaikan shalat fardu, maka salatlah sunah ba’diyah dan berdoalah kepada Allah dengan doa-doa yang baik dan mudah bagimu. Mohonlah ampunan yang banyak kepada Tuhanmu dan mintalah kelapangan rezeki, karena Dia-lah Yang Memberi kelapangan rezeki lagi Maha Mengetahui.

 

Wahai, Anakku ! Jika engkau mampu duduk di dalam majelis dalam keadaan berwudhu, maka lakukanlah. Karena masjid adalah rumah Allah.

 

Bukanlah termasuk adab bila engkau memasuki rumah Tuhanmu, sementara engkau tidak memiliki persiapan untuk beribadah kepada-Nya.

 

Wahai, Anakku ! Sesungguhnya kebanyakan kaum muslimin melihat kepada para pelajar (santri) dengan pandangan hormat dan menganggap besar setiap perbuatan kecil yang mereka lakukan.

 

Wahai, Anakku ! Jagalah supaya engkau tidak dicaci maki oleh orang awam.

 

Janganlah bersuara keras di dalam masjid, karena perbuatan itu jelek apabila dlakukan orang awam, sedangkan oleh pelajar (santri) lebih jelek dan lebih tercela.

 

Janganlah berdebat dengan seseorang dan jangan bertengkar dengannya. Janganlah engkau mempersulit seorang muslim yang ingin beribadah di rumah Tuhannya.

 

Wahai, Anakku ! Sesungguhnya orang awam itu apabila masuk masjid, sepatutnya dia belajar adab dan khusyuk darimu. Bukan sebaliknya, engkau menampakkan adab yang buruk hingga dia menasehati dan membimbingmu.

 

Wahai, Anakku ! Janganlah engkau menyia-nyiakan kemuliaan ilmu dengan berlaku buruk di rumah Allah dan jangan berkata buruk kepada saudara-saudaramu.

 

Apabila engkau melihat sesuatu yang tidak engkau sukai pada seseorang yang sedang shalat, maka perlakukanlah dia dengan baik dan lembut.

 

Apabila ingin membimbingnya pada suatu hukum syar’i, maka jangan berkata kasar kepadanya dan jangan membuatnya enggan belajar ilmu agama.

Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, menuju jalan yang lurus.

Iklan