ADAB-ADAB BELAJAR, MENGHAFAL DAN BERDISKUSI

Wahai, Anakku ! Jika engkau menginginkan kebaikan bagi dirimu, maka janganlah mempelajari pelajaranmu sendirian, tetapi ajaklah seorang temanmu belajar bersama dan membantumu untuk memahaminya.

 

Apabila mendapai sebuah masalah dan engkau mengira bahwa engkau telah memahaminya, maka janganlah engkau merasa cukup dengan dugaanmu, hingga engkau tinggalkan kitab dari tanganmu dan menetapkannya untuk dirimu atau temanmu, seakan-akan engkau memberikan pelajaran kepada para pelajar.

 

Wahai, Anakku ! Bersikaplah sopan dengan temanmu yang engkau pilih untuk belajar. Apabila engkau telah mengerti sebelum dia, maka janganlah membanggakan diri terhadapnya, karena dapat mendahuluinya. Apabila dia berbeda pendapat denganmu dalam memahami suatu masalah, maka dengarkanlah apa yang dikatakannya. Barangkali dia telah memahaminya dengan benar dan engkaulah yang salah dalam pemahaman.

 

Hindarilah perdebatan dengan cara yang batil dan jangan membela pendapatmu bilamana keliru. Karena ilmu itu amanat dan siapa yang membela kebatilan, dia pun telah menyia-nyiakan amanat Allah.

 

Wahai, Anakku ! Perbanyaklah menghafal ilmu, karena kendala ilmu adalah lupa.

 

Ketahuilah, bahwa di penghujung tahun engkau akan diuji tentang semua pengetahuanmu. Dan ketika ujian, manusia akan dimuliakan bila dia bisa menjawab dengan baik.

 

Sebaliknya, dia akan dihinakan oleh keluarga dan saudara-sauaranya, bila tidak bisa menjawab dengan baik dan tampak bahwa hasil yang diperolehnya kurang memuaskan.

 

Wahai, Anakku ! Jangan sampai hafalanmu itu hanya sekedar menghafal kata-kata tanpa memahami maknanya. Akan tetapi, pusatkan perhatianmu pada pemahaman makna-makna dan penetapannya dalam pikiranmu.

 

Karena ilmu adalah apa yang engkau pahami bukan yang engkau hafalkan.

 

Wahai, Anakku ! Jarang sekali seorang pelajar berkumpul dengan sekelompok temannya, melainkan dialog di antara mereka berlangsung sekitar perdebatan dan diskusi mengenai masalah-masalah yang mereka ketahui.

 

Maka, janganlah engkau memotong perkataan pembicara dan jangan tergesa-gesa menjawab sebelum meyakininya serta jangan membantah tentang suatu masalah yang belum pernah engkau ketahui.

 

Jangan mendebat tanpa alasan yang benar dan jangan menunjukkan kesombongan terhadap orang yang mendebatmu.

 

Jangan keluar dari topik perdebatan hingga menyalahkan pendapat lawanmu dan jangan menyakitinya dengan perkataan yang menyakitkan serta jangan menjelekkannya bila dia salah mengerti.

 

Wahai, Anakku ! Dialog antara para pelajar tentang masalah-masalah ilmiah adalah besar faedahnya. Dialog itu menguatkan pemahaman, melancarkan lisan dan membantu pengungkapan sasaran-sasaran yang dimaksud serta menghasilkan keberanian para pelajar.

 

Akan tetapi, wahai anakku, hal ini tidak berguna di sisi Allah maupun manusia, kecuali bila akhlakmu lurus, jauh dari perkataan keji, engkau katakan kebenaran walaupun terhadap dirimu dan tidak terpengaruh oleh celaan orang dalam menyatakan kebenaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s