CICAK VS BUAYA

Kasihan sang cicak cuma berteman sama tokek yang cuma kedengeran suaranya saja tanpa berani memperlihatkan dirinya, bandingkan saja kalau harus melawan buaya yang punya banyak teman kaya si tikus, kucing garong, lintah, bunglon, kadal buntung, hyena, musang, serigala, dll

Iklan

One thought on “CICAK VS BUAYA

  1. Mirna Jay Simbolon Maret 24, 2010 / 5:59 am

    Mayat-mayat berjalan dalam kegelapan Godfather, adakah God Fateher itu SBY?
    Kenapa justru kini mantan Kabaresekrim Susno Duaji dijadikan tersangka adalah permainan berbahaya sebuah gaya Godfather nekat, dan adakah Godfather itu justru SBY? Beberapa kejadian terbaru memperlihatkan ke arah ini. Lihat, kasus bank Century mengendor, karena berbagai ancaman dan ketakutan tak berdasar. Lalu terialihkan ke kasus teroris yang banyak dipertanyakan korban-korbannya memang teroris yang dicari, atau sekedar pembunuhan HAM berat anti-Pancasila? Lalu tatkala Susno Duaji, si peniup peluti dahshat itu, harusnya kalau di Negara beradab dan mandani “diselamatkan” dan dilindungi malahan dijerat jadi tersangka melalui Kadiv Humas Edward Aritonang, si penjilat. Tidakkah ini seijin Kapolri tentunya? Lalu mana mungkin seorang Kapolri bertindak sendiri tanpa perintah atau setidaknya pembiaran oleh SBY?
    Lihat pula, setelah memplot Muhaimin Iskandar yang kini jadi kaya berkecukupan di PKB, dan Hatta Radjasa yang tegah sang “penikmat permainan dan sang pembisik menghancurkan untuk SBY” dari PAN, SBY pun terseret dan tak malu-malu mau meresmikan Mukmatar NU. NU jadi target dipreteli agar tidak ikut politik praktis, alasan “marilah kembali ke khittah”, mengurangi saingan dan agar PD tidak tersaing suara banyak-banya pada 2014. Bila kubu Ciganjur kalah, maka pemimpin NU baru akan terpeluk SBY/PD. Tujuannya mengimbangi bahaya power kita PKS, PPP, koalisator-koalisator mantap berbahaya terhadap PD/SBY? Dan PDIP pun mudah dipecah antara kubu Mega vs suaminya? Sementara Nasdem belum jelas kemana arah hendak dibawa.
    Rupanya elit-elit bangsa inipun tidak jelas dan memang tidak perduli rakyat anak bangsa dan perpolitikan negara yang baik. Maka good governance dan good politics pun hanya khayalan dan tak kan dating ke negeri ini. Jangan harap negara terbangun dan rakyat dapat kemakmuran merata? SBY telah menggantikan Godfether lama, Suharto. Yang lain seperti Wiranto dan Prabowo atau tokoh-tokoh demonstran kelas tinggi, Amien Rais, Sri Bintang, Mochtar Pakpahan, Hariman Siregar, hanyalah pecundang-pecudang yang dimanfaatkan sesaat oleh Bangsa-bangsa lain pasa waktu itu. Mereka pun tak jelas dan juga tidak punya power melawan Godfather baru ini? Masih adakah calon pemimpin baru sejati di Indonesia yang punya nyali dan otak serta jiwa nasionalisme sejati yang bermisi seperti bangsa-bangsa Asia lain yang kini bangkit dan maju seperti Vetnam, dan sebelumnya Malaysia, Thailand, Siangpura dan bahkan RRC? Pemimpin Indonesia Nampak hanya selevel Laos, Filipina, dan Negara-negara tertinggal Afrika, kalau tidak muncul pemimpin baru pro rakyat dan berpemikiran kenegarawanan nasionalis sejati. Kwik tampak benar ketika berkata bahwa Negara ini musti malaise, hancur dulu, baru setelah itu muncul Aufklarung, masa cerah.
    Masalah penting, kenapa tokoh-tokoh demonstran lama diam? Apa mereka sudah mati dalam hidup? Mayat-mayat berjalan di bawah kegelapan Godfather baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s