Intermezzo

Telah sekian lama saat terakhir masih suka menulis tentang apa saja yang saya temui tiap saat. Pada hari ini, penyakit itu telah datang kembali….kembali menulis apa saja yang menarik hati, mengganggu pandangan, menghalangi jalan yang tak jelas arahnya, yang mungkin bagi orang lain sesuatu itu tidak menarik, tidak mengganggu, bahkab mungkin terbersitpun tidak.

Memang, perlu sedikit meluangkan waktu untuk sekedar melampiaskan perasaan-perasaan tersebut dalam wujud tulisan tidak jelas, tanpa aturan pasti, sekedar menumpahkan apa yang terdapat dalam pikiran ke dalam hentakan keyboard murah yang sama fungsinya dengan yang mahalpun…

 

Bahkan, saat memulai rutinitas baru inipun, saya belum tahu pasti mau menulis apa. Masih banyak perkara tidak penting menurut kebanyakan orang yang justru sangat mengganggu pikiran, membuat ketidaknyamanan ataupun gejolak dalam hati untuk sekedar melawan sendiri, jangankan untuk memperingatkan orang lain, untuk mengambil hikmah bagi diri sendiripun terkadang lupa, terlupakan, sekedar lewat dan akhirnya hilanglah kesempatan mengambil manfaatnya.

Tapi yang jelas, dalam hati saya berniat melanjutkan kembali tradisi suka menulis apapun yang terbersit dalam hati….

Selamat datang, selamat menikmati, selamat tersinggung, selamat tersentil, selamat kecewa, selamat apapun kata yang terdapat maupun tidak terdapat dalam Kamus Besar bahasa Indonesia.

Iklan

TSURIKICHI SANPEI

Tidak sengaja pada saat sedang browsing tentang memancing, menemukan tautan komik jepang tentang seorang anak yang suka mancing. Saya jadi teringat dulu waktu masih agak dewasa, waktu masih sering sewa komik dari perpustakaan komersil pribadi. Saya sebut masih agak dewasa karena bahwasanya umur sudah banyak tapi sifat, cara berpikir, ego masih seperti anak remaja, masih single lagi….dan masa tersebut adalah masa dimana internet belum semudah sekarang dijangkau, bahkan mungkin yang tahu namanya www saja belum ada di tempatku….tahunya wewe….weee

Nha, sekarang, bahkan video per episode yang dulu udah ditayangkan di jepang udah banyak diupload, entah resmi atau tidak, saya nggak peduli…yang penting bisa sedikit mengenang masa lalu lebih baik mungkin? Karena dulu hanya bisa akses komiknya, sekarang sudah bisa menonton versi animasinya walaupun masih yang versi 2d.

Tidak basi sama sekali ternyata, ingatan yang sudah agak using menjadi sedikit refresh kembali saat menonton frame demi frame film kartun tsurikichi sanpei, masih tetap menarik dan tetap membuat penasaran seperti jaman dahulu. Begitu selesai satu episode, diberi sedikit ulasan untuk episode berikutnya. Modus sama seperti komik yang bagian akhir memberikan sedikit gambar-gambar untuk edisi berikutnya, membuat orang tidak sabar ingin mengetahui kelanjutan ceritanya.

Memang sebagai penulis komik atau cerita berseri, harus memiliki visi dan misi, kekuatan untuk mengendalikan emosi pembaca atau penikmat filmnya, perlu diatur tempo, kapan saat memunculkan klimak dan anti klimaknya, sehingga menghasilkan sebuah karya yang seolah dijalani sendiri oleh audiensnya.

 

http://lavamovies.com/tv-series/tsurikichi-sanpei/s01e46/

 

Hikmah yang bisa saya peroleh adalah, ketidaksabaran seseorang untuk mengetahui kejadian selanjutnya dalam tahapan kehidupannya, membuat orang melakukan banyak hal bahkan terkadang yang tidak masuk akal. Tuhan telah menggariskan semua akan tiba waktunya, tapi manusia selalu tidak sabar ingin segera mengetahui jawaban yang masih ghaib baginya. Yang belum berjodoh bertanya-tanya kapan ketemu jodohnya, saat menikah dia sudah lupa betapa tidak sabarnya dulu menunggu jodohnya tiba dan disibukkan dengan ketidak sabaran lain…kapan diberi momongan? Saat diberikan momongan, dia lupa lagi akan ketidaksabarannya dulu mempunyai seorang anak,…sibuk mencari nafkah sehingga lupa membahagiakan keluarganya di rumah dengan cara yang semestinya. Kenapa dia tidak muncul juga ketidaksabarannya akan hal selanjutnya, sehingga bertanya pada dirinya sendiri, Ya Tuhan kapan tiba saatnya malaikat maut menjemputku, meninggalkan segala apa yang seolah kumiliki di dunia ini, hartaku, keluargaku?.

IF GOD WAS ONE OF US

IF GOD HAD A NAME, WHAT WOULD IT BE
AND WOULD YOU CALL IT TO HIS FACE
IF YOU WERE FACED WITH HIM IN ALL HIS GLORY
WHAT WOULD YOU ASK IF YOU HAD JUST ONE QUESTION

GOD IS GREAT GOD IS GOOD

WHAT IF GOD WAS ONE OF US
JUST A SLOB LIKE ONE OF US
JUST A STRANGER ON THE BUS
TRYING TO MAKE HIS WAY HOME

IF GOD HAD A FACE WHAT WOULD IT LOOK LIKE
AND WOULD YOU WANT TO SEE
IF SEEING MEANT THAT YOU WOULD HAVE TO BELIEVE
IN THINGS LIKE HEAVEN AND IN JESUS AND THE SAINTS AND ALL THE PROPHETS