PENGHIMPUN KEBAHAGIAAN
Al – Naraqi
Metode Al-Quran dan Sunah tentang Kesempurnaan Hidup
Penerbit Hikmah
Kebajikan berdiam diri merupakan lawan dari keburukan. Berdiam diri maksudnya melindungi lidah dan telinga dari pembicaraan yang sia-sia.
Orang bijak mengatakan,” Dua hal dapat menghancurkan manusia; terlalu kaya dan terlalu banyak bicara.”
Nabi Saw bersabda
” Berbahagialah orang yang cermat dalam kata-katanya dan pemurah dalam harta bendanya.”
” Ketika manusia bertambah usianya, dua dari sifatnya menjadi muda; serakah dan harapan yang bukan-bukan.”
Abu Ja’far Al Baqir mengatakan :
” Orang yang serakah pada dunia, adalah seperti ulat sutera, semakin ia menyelimuti dirinya dalam kepompong, semakin berkurang kesempatannya untuk melepaskan diri darinya, hingga akhirnya ia mati karena kepedihan.”
Ali bin Abi Thalib mengatakan :
” Barangsiapa mampu berdiri tanpa sesuatu, maka ia akan menjadi kawan setaranya. Barangsiapa sangat mencintai sesuatu, maka ia akan menjadi tawanannya. Barangsiapa bermurah hati kepadanya, akan mampu menjadi tuannya.”
Nabi Saw bersabda :
” Barangsiapa hidup dengan rezeki yang halal selama empatpuluh hari, maka Allah akan menerangi hatinya dan akan membuat sumber kebijaksanaan memancar dari hatinya dan mengalir ke lidahnya.”
” Satu jam berjalan kaki pada waktu malam atau siang hari dalam usaha membantu seseorang Muslim memenuhi kebutuhannya, lebih baik daripada I’tikaf selama dua bulan, baik ia berhasil atau gagal dalam usahanya itu.”