NIAT DAN IKHLAS
Yusuf Al Qardhawy
Pustaka Al- Kautsar
Abu Utsman berkata,” Ikhlas adalah melupakan pandangan makhluk dengan terus menerus memandang keutamaan Khaliq.”
Hudzaifah Al- Mar’asyi berkata,” Ikhlas adalah jika perbuatan-perbuatan hamba bisa benar secara lahir maupun batin.”
Ikhlas = Jika engkau tidak memperlihatkan amalmu kepada selain Allah.
Dzun – Nun berkata,” Tiga macam diantara pertanda ikhlas, yaitu : Menyamakan celaan dan pujian dari banyak orang, tidak memperlihatkan amal dan tidak menuntut pahala amal di akhirat.”
Sahl bin Abdullah berkata,” Tidak ada yang bisa mengetahui riya’ kecuali orang yang mukhlis.”
Ibnu Muhairiz berkata,” Jika bisa hendaklah engkau mengenal tapi tidak dikenal, berjalanlah sendiri dan jangan mau diikuti, bertanyalah dan jangan ditanya. Lakukanlah hal ini.”
Ibnu Mas’ud berkata,” Jadilah kalian narasumber-narasumber ilmu, pelits petunjuk, penerang rumah, obor pada waktu malam dan pembaru hati yang diketahui penduduk langit namun tidak dikenal penduduk bumi.”
Al- Fudhail bin Iyadh berkata,” Jika engkau sanggup untuk tidak dikenal, maka lakukanlah. Apa sulitnya engkau tidak dikenal ? Apa sulitnya engkau tidak disanjung-sanjung ? Tak apalah engkau tercela di hadapan manusia selagi engkau terpuji di sisi Allah.”
” Janganlah engkau meminta jabatan pemimpin. Karena jika engkau memperoleh jabatan itu tanpa meminta, maka engkau akan mendapat dukungan, dan jika engkau memintanya, maka semua tanggungjawab akan dibebankan kepadamu.” ( Muttafaq Alaihi ).