Ini dia…kegiatan paling menyenangkan, bisa bikin rilex bisa bikin stress juga. Bisa melatih orang jadi lebih sabar, though, bisa bertemu banyak orang yang bisa dijadikan teman ngobrol yang enak, sebab rata-rata orang yang bisa dijumpai di aktivitas ini memiliki rasa sosial tinggi, penuh selera humor, cuek tapi tetap peduli sama orang lain, berpakaian seperti yang dipakai kebanyakan orang dan mudah akrab.
Memancing ada banyak macam gaya, umpan, teknik, waktu tergantung dimana tempat kita memancing. Karena saya lebih banyak menghabiskan hidup di daerah pegunungan, maka cara-cara memancing di sungai, waduk dan telaga atau danaulah yang lebih saya kuasai. Soalnya kesempatan memancing di tempat lain, sebutlah di pantai atau di laut seperti pengalaman Pak Dudit di acara Mancing Mania yang disiarkan Trans 7 belum pernah saya coba. Puas benar kayaknya melihat orang memancing di laut, dapat ikan besar-besar, sampai di atas 20an kilogram, rasanya pasti menyenangkan banget, perlawanan ikan terasa di tangan dan sekujur tubuh, merangsang semua otot badan berkontraksi menciptakan sensasi spesial. Melatih seluruh panca indera mensyukuri nikmat Tuhan yang tiada habisnya. Nggak heran jika aktivitas memancing bikin sehat lahir dan batin.
Kembali ke fokus (bukan kembali ke laptop, habisnya nggak punya laptop sih !!), memancing di perairan tawar pada prinsipnya ada dua gaya, umpan terapung atau melayang dan umpan tenggelam di dasar air. Variasi umpan dan gaya tergantung karakteristik tempat, jenis ikan dan waktu pada saat kita memancing. jenis ikan yang ada di sungai, danau alam maupun buatan seperti ikan lele, mujahir, nila, gurame, tawes, tombro, lempon, uceng, wader, melem, kekel, kotes, pelus dan lain-lain. Jenis umpan base pastilah cacing merah/kalung, cacing sawah, roti, pelet, ulat bambu, ulat air, udang maupun binatang serangga kecil lain seperti belalang, laron, jangkrik ataupun ikan kecil.
Secara teori, karakteristik gaya memancing disesuaikan dengan karakteristik ikan dan posisi air di sungai, melihat tingkat kedalaman, kederasan air mengalir, arah arus air maupun tingkat kejernihan air. Tidak peduli ikan besar maupun ikan kecil, bisa di dasar sungai maupun melayang di permukaan air.
Pernah mencoba memancing di air keruh? Jangan dicoba, kurang baik untuk kelangsungan hidup anda, bisa-bisa diteriaki provokator, dikalungi ban bekas yang sudah diguyur minyak, disulut dan dibakar hidup-hidup…(Heran ya, kekerasan seolah jadi hal biasa di jaman sekarang ini, cuma maling motor, ayam, sandal saja sampai orang tega-teganya membakar hidup-hidup, menghilangkan nyawa orang lain dengan dalih hukum rimba, memberi pelajaran, memberi efek peringatan dan jera untuk orang lain,…hiii udah pada ke mana rasa perikemanusiaan…hilang dibawa pengaruh pembodohan umat melalui penciptaan persepsi-persepsi sesat).
Akan panjang sekali dan nggak ada habisnya kalau harus menguraikan secara detail tips dan trik memancing di perairan tawar. Oleh sebab itu, karena saya juga masih pengen nulis hal-hal lain yang masih banyak dan menarik, apabila ada pertanyaan lebih lanjut…kirim via email saja ya??. InsyaAllah Prof. Dr. Ervin.Kurniawan, MMc ( Master of Mancing) lulusan Institute Serayu River Indonesia yang gelarnya beli obralan akan menjawab semampunya secara teori, soalnya secara praktek dan keakurasiannya masih patut dipertanyakan dan belum bisa dipertanggungjawabkan…he..he. Orang saya saja kalau mancing susah dapat ikan kok??? Oh ya, di tempat asalku “mancing ora oleh polisi”, tahu kenapa? Soalnya “mancing olehe iwak!!!”
kenal balik, soir lama gak ol..diamati densus 88 terus sih… ha ha ha