Orang yang Allah tidak kehendaki keimanannya dibiarkan mereka hidup dalam kezaliman sehingga menyangka keburukan sebagai kebaikan dan kebaikan pula dipandang sebagai kejahatan.
Manusia yang senang kehidupannya tanpa diduga oleh Allah belum lagi diiktiraf keselamatannya di akhirat.
Kesenangan di dunia belum boleh dijadikan bukti sebagai tanda Allah menyayangi mereka. Begitu pula kesusahan di dunia bukan bukti bahwa Allah membenci mereka.
Kesenangan di dunia bukan menjadi kayu pengukur kepada kesenangan di akhirat, kesusahan di dunia bukan pula menjadi kayu pengukur kepada kesusahan di akhirat.
Sebaik-baik sahabat adalah mereka yang berkawan di atas landasan keagamaan dan semata-mata karena Allah.
Ahmad bin Hanbal berkata,” Tidak sah berkahwin dengan wanita yang meninggalkan sembahyang, tetapi dalam mazhab kami : Berkahwin dengan wanita kitabiyah dzimmiyah lebih baik daripada berkahwin dengan wanita yang meninggalkan semnbahyang .”
Sabda Rasulullah, ” Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”