I wish I can turn back time
Masih ingat ketika ibu menunggu bersama ibu-ibu yang lain ketika aku sedang di dalam kelas sekolah TK nol kecil
Masih ingat betapa paniknya ibu mengetahui akau digigit ular air yang sebenarnya tidak berbisa
Masih ingat ketika aku menangis sejadinya karena banyak lumpur di dalam kelopak mata bercampur dengan bola mataku akibat perang lumpur bersama dengan teman-temanku di sawah yang baru dipanen
Masih ingat nonton TVRI lewat tv hitam putih merk National yang diberi pelapis layar warna biru
Masih ingat ketika menjenguk kakak yang mau dioperasi amandel di RSUD, aku bawa termos air panas, padahal nggak tahu amandel itu apa
Masih ingat ketika dihukum diikat di tempat tidur karena mengambil uang dari dompet ibu
Masih ingat saat pertama belajar naik sepeda, berebut memilh kaus baru dengan adik, berebut memilih bagian duku yang dibagi rata oleh ayahku
Tapi semua itu tidak bisa kembali terulang, semua telah terjadi, semua itu merupakan kejadian masa lalu yang membentuk diriku sekarang ini dan memang harus terjadi. Semua ingatan kejadian masa kecil membuatku berpikir betapa pentingnya itu semua menjadi proses pembentukan diri seseorang seiring dengan waktu yang telah dilalui.
Tiap kejadian yang berlaku, selalu ada hikmah yang bisa diperoleh tergantung dari sisi mana kita memandangnya. Kejadian negatif bisa berhikmah positif, peristiwa positif justru berakibat negatif pada diri seseorang di kemudian hari. Semua kehendak Tuhan, no one knows.
Seseorang itu terdiri dari apa yang baru diketahuinya, sejarahnya, lingkungannya, rangkaian peristiwa demi peristiwa sampai dia bisa menemukan hal-hal lebih baru lagi yang bisa dia pelajari melalui rasa ingin tahunya dengan mengeksplorasi masa kehidupannya.
Tekanan hidup yang dialami seseorang terkadang ingin dilupakannya dengan keinginan untuk kembali ke masa lalu, kembali ke masa kecil dengan keinginan untuk memperbaiki kesalahan dulu, dengan keinginan untuk mengambil keputusan atau pilihan yang lainnya lagi dengan harapan akan memperoleh jalan hidup yang berbeda, tidak berkubang dosa seperti sekarang ini.
Orang terkenal ingin menjadi orang biasa, orang miskin ingin menjadi orang kaya, orang sudah beristri ingin kembali ke masa lajangnya, orang sakit ingin ke masa sehatnya, orang sibuk menginginkan masa senggangnya dulu, orang tua ingin ke masa mudanya, orang mati ingin kembali ke kehidupannya.
Seolah setiap apa yang telah terjadi, yang ada hanyalah penyesalan
Masa kecil hanya akan menjadi kenangan indah atau pahit dimana kita bisa belajar terus hingga kita bisa menemukan apa yang kita cari, walaupun entah akan sampai atau tidakkah kita mendapatkan apa yang sebenarnya kita cari selama ini
Aku adalah masa lalu, sekarang dan entah apa kemudian.
Tapi masa laluku baik yang membuatku susah ataupun suka, selalu menimbulkan senyum di bibir pada saat aku teringat dengannya
Kenangan masa kecil yang indah ingin kubagi dengan masa kecil setiap anak
Kenangan buruk masa lalu ingin kujauhkan dari dialami oleh setiap anak
Orang lain bisa belajar dari pengalaman kita, pengalaman orang lain akan sangat membantu kita
Buat adik-adik sekalian, bersenang-senanglah, berbuatlah sesuka kalian selagi masih ada orangtua, kakak, saudara yang akan selalu mengingatkan, eksplorasilah dunia yang sangat luas tetapi sebenarnya kecil ini. Puaskanlah setiap keinginan, aktivitas kalian sampai seolah belum pernah ada satu halpun yang belum pernah kalian coba. Kecuali NARKOBA, MAKSIAT.
Jangan takut kotor, penguasa bangsa kita sekalian juga tidak takut berbuat kotor kok, bahkan mereka makan daging bangsa sendiri, minum darah rakyat, mereka tidak takut berada dalam kotornya penyalahgunaan jabatan. Ini contoh akibat masa kecil yang tidak terarah dengan benar. Tapi santai saja, kalaupun kotor, nanti bisa tinggal cuci tangan, untung banyak produk sabun undang-undang yang bisa dibeli murah untuk membersihkan kotoran yang ‘menempel’ saja.
Once again, I wish I can turn back time !